Distribusi MBG Bagi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Resmi Dimulai
Oleh MTs Manu 1 Purwojati
Banyumas — Pemerintah Republik Indonesia mulai merealisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan (GTK) di MTs Ma’arif NU 1 Purwojati. Program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan serta kesehatan para pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pendidikan. Senin (12/01/26)
Pendistribusian MBG dilaksanakan di lingkungan MTs Ma’arif NU 1 Purwojati dengan mekanisme yang tertib, terjadwal, dan sesuai prosedur. Setiap guru dan tenaga kependidikan menerima paket makanan bergizi yang telah disiapkan oleh pihak penyedia resmi yang ditunjuk pemerintah. Seluruh proses distribusi berjalan lancar dengan tetap menjaga ketertiban serta kenyamanan, tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar di madrasah.
Kepala MTs Ma’arif NU 1 Purwojati menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program MBG bagi GTK. Menurutnya, program ini tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap dedikasi guru dan tenaga kependidikan yang setiap hari mengabdikan diri untuk mendidik dan melayani peserta didik. Asupan gizi yang baik diharapkan dapat menjaga kesehatan, meningkatkan stamina, serta mendukung kinerja yang lebih optimal.
Para guru dan tenaga kependidikan menyambut program MBG ini dengan antusias dan rasa syukur. Mereka menilai program tersebut sangat bermanfaat, terutama dalam menunjang aktivitas kerja yang padat di lingkungan madrasah. Dengan kondisi tubuh yang sehat dan asupan gizi yang seimbang, diharapkan semangat kerja serta kualitas pelayanan pendidikan dapat terus terjaga.
MTs Ma’arif NU 1 Purwojati menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan program MBG dari pemerintah agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Madrasah berharap sinergi antara pemerintah dan satuan pendidikan ini mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan harmonis, sehingga berdampak positif pada peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
