HUT RI #81

English Day Segera Hadir di MTsN 3 Banyumas, Saat Bahasa Inggris Mulai Dibiasakan dalam Keseharian

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas – Belajar bahasa tidak cukup hanya dengan memahami teori. Bahasa akan benar-benar hidup ketika digunakan, dipraktikkan, dan dibiasakan dalam keseharian. Berangkat dari semangat tersebut, MTs Negeri 3 Banyumas mulai mempersiapkan program English Day sebagai salah satu upaya membangun keberanian guru dan murid dalam mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris di lingkungan madrasah. Selasa (15/09)

Persiapan program tersebut dibahas dalam briefing yang diikuti oleh Waka Kurikulum Laely Mahmudah, Kepala Madrasah Sudir, bersama sejumlah guru Bahasa Inggris, yaitu Hesti Pamuji, Riyadul Maki, Fatia Putri Hasna, dan Atik Kurniati.

Dalam briefing tersebut, tim membahas perumusan pola pembiasaan English Day yang nantinya dilaksanakan pada hari tertentu. Program ini dirancang bukan sebagai pembelajaran formal tambahan, melainkan sebagai ruang praktik bahasa yang sederhana, ringan, dan dekat dengan aktivitas sehari-hari di lingkungan madrasah.

Rencananya, English Day akan mulai dilaksanakan setiap hari Rabu pada pekan depan. Sebelum pelaksanaan perdana, madrasah akan melakukan sosialisasi selama satu pekan kepada GTK dan murid agar seluruh warga madrasah memahami pola, tujuan, serta bentuk komunikasi yang akan digunakan.

Guru Bahasa Inggris juga diminta untuk memformulasikan kata dan frasa sederhana yang mudah dipraktikkan oleh GTK maupun murid dalam berbagai situasi. Mulai dari sapaan, ungkapan meminta izin, memberikan respons, menyampaikan apresiasi, hingga percakapan sederhana yang dapat digunakan ketika berinteraksi di lingkungan madrasah.

Konsep ini sengaja dibuat sederhana. Madrasah ingin menghilangkan kesan bahwa berbicara bahasa Inggris harus selalu menggunakan kalimat yang panjang dan sempurna. Justru melalui ungkapan-ungkapan pendek yang digunakan berulang kali, keberanian dan kebiasaan berbahasa diharapkan tumbuh secara alami.

Kepala Madrasah H. Sudir, S.Ag., M.S.I. bersama Waka Kurikulum Laely Mahmudah, S.Si., M.Pd. mendorong agar program tersebut menjadi gerakan bersama. Guru bukan hanya menjadi pengarah, tetapi juga menjadi contoh bagi murid dalam menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.

Bagi guru Bahasa Inggris, program ini juga menjadi ruang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Bahasa yang selama ini banyak dipelajari di ruang kelas akan dibawa keluar menjadi bagian dari budaya komunikasi madrasah.

Lebih dari sekadar kemampuan speaking, English Day diharapkan dapat membangun rasa percaya diri, keberanian mencoba, dan budaya belajar bersama. Kesalahan dalam penggunaan bahasa tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus ditakuti, melainkan bagian dari proses menuju kemampuan yang lebih baik.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak pekan ini, MTs Negeri 3 Banyumas berharap pelaksanaan English Day dapat berlangsung secara konsisten dan menyenangkan. Karena pada akhirnya, kemampuan berbahasa tidak tumbuh hanya karena sering mendengar atau menghafal, tetapi karena berani menggunakannya.

Rabu depan, satu kebiasaan baru dimulai. Dari satu kata, satu frasa, dan satu keberanian untuk berbicara—MTs Negeri 3 Banyumas sedang menumbuhkan budaya bahasa yang lebih hidup.

HumasMTsN3