HUT RI #81

Gali Ilmu dan Hikmah melalui Kajian Kitab Alala MTs Manbaul Falah Gerduren

Oleh MTsMFGerduren
SHARE

Gerduren — Jumat pagi di MTs Manbaul Falah Gerduren kembali diisi dengan kegiatan pembiasaan yang sarat nilai keislaman. Siswa mengikuti kajian Kitab Alala Tanalul 'Ilma sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap ilmu sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berakhlak dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

Kajian kali ini mengangkat salah satu pesan penting dalam Nadhom Alala tentang keutamaan ilmu dan sifat wara’, yaitu sikap menjaga diri dari perkara yang haram maupun hal-hal yang meragukan.

Dalam salah satu baitnya disebutkan yang artinya, “Sesungguhnya satu orang ahli fikih yang wara’ lebih berat bagi setan daripada seribu ahli ibadah yang tidak berilmu.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah perlu disertai ilmu dan kehati-hatian. Banyaknya amal bukan satu-satunya ukuran, tetapi bagaimana seseorang memahami apa yang dilakukan, mengetahui batas antara yang benar dan yang salah, serta mampu menjaga dirinya dari perkara yang dilarang.

Sifat wara’ mengajarkan seseorang untuk tidak mudah mengambil sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Sikap ini juga membentuk kehati-hatian dalam berkata, bersikap, memilih pergaulan, menggunakan sesuatu, hingga mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi para siswa, nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan sejak dini. Menjadi pribadi yang berilmu bukan hanya tentang memperoleh nilai yang baik di sekolah, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut membimbing seseorang untuk memiliki akhlak, tanggung jawab, kejujuran, dan kehati-hatian dalam bertindak.

Kegiatan kajian Jumat pagi menjadi salah satu ruang bagi siswa MTs Manbaul Falah Gerduren untuk belajar bahwa ilmu dan akhlak tidak dapat dipisahkan. Ilmu memberikan arah, sedangkan akhlak menjadi cerminan dari ilmu yang telah dipelajari.

Melalui pembiasaan ini, madrasah terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas peserta didik.

Sebab, sebagaimana pesan Nadhom Alala, ilmu yang disertai kehati-hatian akan melahirkan pribadi yang mampu menjaga diri dan memberikan manfaat bagi sesama.