Hijrah Jiwa di Balik Jeruji: Kajian Duha Menginspirasi WBP Purwokerto

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Suasana khidmat menyelimuti aula Lapas Kelas IIA Purwokerto pagi ini, saat ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menyimak kajian duha bertema "Hijrah Menjadi Orang yang Bermanfaat". Acara ini diisi oleh Muhammad Shodiq Ma'mun, Penyuluhan Agama Islam KUA Ajibarang yang berhasil membakar semangat para hadirin selama 45 menit penuh antusiasme. Senin (12/1/26)

Sebelum kajian inti dimulai, H. Marmin dari pihak lapas membuka sesi dengan pengantar menyentuh. Beliau mengingatkan semua WBP bahwa bulan Rajab adalah waktu tepat untuk "menanam benih kebaikan", Sya'ban untuk "menyiram dan memupuknya", serta Ramadan untuk "memanen hasilnya". "Mari kita tanam sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya."

Muhammad Shodiq Ma'mun kemudian melanjutkan pengisian materi, mengajak semua untuk berhijrah menjadi manusia bermanfaat—bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas. Dengan penuh semangat, ia mengutip dawuh Imam Ghazali: "Jadilah seperti makanan pokok yang selalu dinantikan dan diharapkan kehadirannya oleh orang lain." Pesan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan panggilan untuk berlatih dan berusaha nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kajian ini tak hanya menyampaikan ilmu, tapi juga menyalakan api perubahan di hati ratusan WBP. Antusiasme mereka terlihat dari tatapan penuh harap dan diskusi ringan pasca-kajian, menandakan benih hijrah mulai bertunas di Lapas Purwokerto.