Jadi Langkah Strategis Syiar MTQN XXXI 2026, Penyuluh KUA Baturraden ber-Khutbah ikuti Himbauan Kemenag Jateng
Oleh Pokjaluh
Baturraden – Mimbar Jumat kembali membuktikan peran krusialnya sebagai pusat penyebaran informasi dan dakwah yang efektif di tengah masyarakat. Hal ini terlihat nyata saat pelaksanaan ibadah Salat Jumat di Masjid An-Nas, Desa Purwosari, Kecamatan Baturraden pada Jumat (11/09/2026). Fathurrochman, Penyuluh Agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Baturraden yang bertugas sebagai imam dan khatib, secara khusus membacakan teks khutbah yang menggemakan semarak Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026. Jumat (11/09)
Langkah ini merupakan respons cepat dan tindak lanjut atas surat himbauan resmi dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dengan nomor B-2490/Kw.11.7/BA.01/09/2026 yang diterbitkan pada Kamis (10/09/2026). Surat tersebut berisi instruksi dan lampiran naskah khutbah khusus dalam rangka menyambut MTQN XXXI.
Fathurrochman memperoleh naskah tersebut dari grup WhatsApp Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banyumas. Menyadari pentingnya agenda nasional ini, Fathurrochman tidak hanya menyimpan naskah tersebut untuk dirinya sendiri. Sebagai bentuk proaktif seorang penyuluh, ia juga membagikan naskah tersebut kepada para tokoh agama dan khatib di wilayahnya dengan harapan pesan serupa dapat bergema di berbagai masjid.
Membawakan materi khutbah bertema "Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban", Fathurrochman tampil dengan intonasi yang bervariasi—tegas pada bagian pengingat hukum, namun tetap lembut dan menyentuh saat mengajak jamaah kembali merenungkan kedekatan mereka dengan kitab suci. Naskah yang dibawakannya merupakan bagian dari sosialisasi Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 himbauan dari Kantor Wilayah Kemeterian Agama Propinsi Jawa Tengah.
Gaya penyampaian Fathurrochman menepis anggapan bahwa khutbah titipan instansi seringkali kaku atau terkesan sekadar "pencitraan". Sebaliknya, ia berhasil menonjolkan esensi utama teks tersebut: sebuah ajakan dakwah yang membumi untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai napas kehidupan sehari-hari demi menyongsong generasi Indonesia Emas yang beradab. Informasi mengenai cabang lomba dan peserta MTQN di akhir khutbah justru menjadi penyemangat nyata bagi jamaah untuk tidak kalah dengan para kafilah yang sedang bertanding.
Dampak positif dari khutbah yang menggugah ini langsung terasa seusai pelaksanaan salat. Ketua Takmir Masjid An-Nas, H. I Nyoman Suwarna, tak dapat menyembunyikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap sang khatib.
"Khutbahnya bagus, Pak Ustadz. Ini sepertinya jamaah jadi makin semangat ngaji Al Qur'annya," ujar H. I Nyoman Suwarna dengan raut wajah sumringah. Menangkap momentum antusiasme jamaah yang meningkat berkat siraman rohani tersebut, sang Ketua Takmir pun langsung memberikan tantangan ringan yang disambut hangat. "Ayo ditambah lagi jadwal ngajinya ya," pungkasnya sambil tertawa lepas, menandakan harmoni dan semangat keagamaan yang kian erat di Desa Purwosari. (Fth)
Melalui penyampaian di mimbar Jumat ini, Kemenag berharap syiar MTQN tidak hanya berhenti di arena perlombaan, melainkan mampu membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di kalangan akar rumput sebagai fondasi spiritual menyongsong visi Indonesia Emas. (Fth)
