Kajian KUA Jatilawang Teguhkan Keikhlasan Ulama dalam Menuntut Ilmu
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Semangat menuntut ilmu dan menata niat kembali menghangatkan suasana kajian rutin kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang. Kajian yang berlangsung setiap Kamis pagi di KUA Jatilawang tersebut membahas tema “Ulama yang Ikhlas” sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Kamis (25/06)
Dalam kajian tersebut, peserta diajak memahami bahwa ilmu bukanlah jalan untuk mencari popularitas, kedudukan, maupun kemenangan dalam perdebatan. Seorang ulama dan penuntut ilmu dituntut untuk menata niat agar seluruh proses belajar dan mengajar semata-mata ditujukan untuk mencari ridha Allah SWT.
Materi kajian mengangkat hadis riwayat Tirmidzi dari Rasulullah SAW:
“Barang siapa mencari ilmu untuk menandingi para ulama, atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau untuk menarik perhatian manusia kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka.”
Hadits tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu yang tidak disertai keikhlasan dapat berubah menjadi petaka bagi pemiliknya. Sebaliknya, ilmu yang dilandasi niat yang benar akan menjadi cahaya yang menerangi diri sendiri maupun masyarakat.
Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang menjelaskan bahwa seorang penyuluh, pendakwah, maupun penuntut ilmu hendaknya senantiasa menjaga niat dalam berdakwah dan mengajar. Keikhlasan menjadi fondasi utama agar ilmu yang disampaikan membawa keberkahan dan manfaat bagi umat.
Kegiatan kajian kitab ini juga menjadi sarana pembinaan spiritual dan intelektual bagi para penyuluh agama. Dengan memahami adab menuntut ilmu sebagaimana diajarkan KH. Hasyim Asy’ari, para peserta diharapkan mampu menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan masyarakat dengan hati yang tulus serta orientasi ibadah.
Melalui kajian rutin tersebut, KUA Jatilawang terus berupaya menanamkan nilai-nilai keilmuan dan akhlak, sehingga para penyuluh tidak hanya menjadi penyampai materi keagamaan, tetapi juga teladan dalam keikhlasan dan pengabdian kepada masyarakat.(dy)
