Kemenag Banyumas Ziarah ke Makam Tokoh Pendahulu di Pekih
Oleh HUMAS
Purwokerto – Menjelang pergantian tahun, suasana khidmat menyelimuti kompleks pemakaman di Pekih saat keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melaksanakan ziarah ke makam tokoh perintis sekaligus pendiri Kementerian Agama, K.H. Abu Dardiri. Kegiatan ziarah ini merupakan bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI. Rabu (31/12)
Hadir memimpin rombongan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, didampingi oleh jajaran pejabat Kankemenag Banyumas. Kehadiran Sesepuh Kemenag yang juga menjabat sebagai Rois Syuriyah PCNU, K.H. Mughni Labib, menambah kekhusyukan acara tersebut. Dalam kesempatan itu, Ibnu Asaddudin menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai spiritualitas serta mempertegas peran strategis Kemenag sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah keragaman.
Dalam sambutannya, Ibnu mengutip kecintaan Rasulullah SAW dalam menyimak Al-Qur'an sebagai refleksi pentingnya ketenangan batin dalam pengabdian. "Rasulullah SAW sangat menyukai mendengarkan bacaan Al-Qur'an dari orang lain untuk mendapatkan ketenangan dan rahmat," ungkapnya. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran agar senantiasa merenung dan khusyuk dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan.
Ditengah dinamika dunia, Ibnu menekankan bahwa Indonesia telah menjadi panutan dunia dalam hal toleransi lintas agama. Meskipun memiliki populasi Muslim terbesar, Indonesia tetap kokoh sebagai negara yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap agama lain. Nilai toleransi ini, menurut Ibnu, kerap menjadi referensi bagi negara mitra dalam membangun hubungan harmonis antarumat beragama.
Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas harmoni tersebut, Ibnu menegaskan pentingnya gerakan moderasi beragama. "Itulah sebabnya Kementerian Agama merasa penting menjadi garda terdepan," sambungnya. Moderasi beragama dinilai sebagai fondasi utama untuk mencegah konflik, menjaga keseimbangan praktik keagamaan dengan komitmen kebangsaan, serta mewujudkan Indonesia yang maju dan kuat dalam keberagaman.
Menutup sambutannya, Kakankemenag mengajak seluruh keluarga besar Kemenag Banyumas untuk memiliki kebanggaan dan jiwa raga dalam melayani umat. Ia mendorong semangat kolaborasi antarumat beragama demi mewujudkan visi "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju". "Mari kita lakukan kolaborasi untuk menjaga perdamaian dan mendorong pembangunan nasional, sehingga Indonesia bisa membangun bangsanya dengan tenang menuju Indonesia Emas 2045," tutur Ibnu mengakhiri. (adl)
