Kolaborasi Penyuluh KUA dan Pendamping PKH Hadirkan Pencerahan Spiritual bagi KPM di Karangsalam
Oleh KUA baturraden
Baturraden - Pertemuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, berlangsung dengan nuansa edukatif dan penuh makna. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para peserta untuk tidak hanya mendapatkan penguatan dalam aspek sosial, tetapi juga memperoleh pencerahan dan bekal spiritual dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Rabu (16/09)
Dalam kegiatan tersebut, Nani, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Baturraden, berkolaborasi dengan Yudi Saputro selaku Pendamping PKH. Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antara pendamping PKH dan Penyuluh Agama Islam di wilayah Kecamatan Baturraden dalam memberikan pendampingan yang menyentuh aspek sosial sekaligus spiritual.
Pada kesempatan tersebut, Nani, menyampaikan materi bertajuk “Bekal untuk Sehari-hari.” Materi tersebut mengajak peserta untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani berbagai aktivitas, menghadapi persoalan kehidupan, serta membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Penyampaian materi menitikberatkan pada pentingnya keseimbangan hubungan hablun minallah dan hablun minannas. Hablun minallah diwujudkan melalui upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan kewajiban agama, memperbanyak ibadah, serta senantiasa mengingat dan bersyukur atas nikmat yang diberikan.
Sementara itu, hablun minannas diwujudkan melalui hubungan sosial yang baik dengan sesama, seperti menjaga silaturahmi, saling menghormati, membantu dalam kebaikan, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Bekal dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya berupa materi, tetapi juga membutuhkan bekal spiritual. Ketika hubungan dengan Allah terjaga dan hubungan dengan sesama manusia juga baik, insyaallah kehidupan akan lebih terarah,” pesan Nani dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam dan Pendamping PKH ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendampingan yang lebih komprehensif bagi masyarakat. Program PKH tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan informasi dan pendampingan sosial, tetapi juga dapat menjadi sarana memberikan motivasi, penguatan karakter, serta nilai-nilai spiritual kepada peserta.
Pendamping PKH Yudi Saputro turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari sinergi dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat. Kolaborasi lintas peran ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam membantu peserta PKH menghadapi dinamika kehidupan dengan bekal pengetahuan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan di Desa Karangsalam tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan kesejahteraan masyarakat tidak hanya membutuhkan dukungan secara ekonomi dan sosial, tetapi juga membutuhkan modal spiritual. Nilai-nilai keagamaan dapat menjadi kekuatan dalam membentuk pribadi yang lebih tangguh, peduli, dan mampu menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
Melalui sinergi antara Pendamping PKH dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Baturraden, diharapkan kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai ruang untuk memberikan pencerahan, memperkuat spiritualitas, serta menumbuhkan semangat untuk membangun kehidupan yang harmonis dalam bingkai hablun minallah dan hablun minannas.
