HUT RI #81

Kontingen MIN 1 Banyumas Raih Juara Lomba FTBI Kecamatan Purwokerto Timur

Oleh MIN1 Banyumas
SHARE

Purwokerto — Prestasi membanggakan diraih murid MIN 1 Banyumas dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kecamatan Purwokerto Timur. Aura Latisha Aquina Zafarani berhasil meraih Juara Harapan 1 Lomba Geguritan dan Hafiza Khaira Lubna meraih Juara Harapan 3 Lomba Sesorah yang diselenggarakan di SDN 4 Kranji, Purwokerto Selatan. Rabu (27/08)

Quina berhasil menunjukkan kemampuan dalam membawakan geguritan dengan penghayatan, ekspresi, artikulasi, dan intonasi yang baik. Penampilannya menjadi salah satu bentuk nyata kemampuan murid MIN 1 Banyumas dalam bidang sastra dan budaya Jawa. Dalam lomba sesorah, Hafiza berusaha memberikan kemampuan terbaik. Meskipun rasa gugup sempat dirasakan sebelum tampil, persiapan dan latihan yang dilakukan bersama pembina menjadi bekal penting untuk membangun kepercayaan dirinya. Prestasi ini menjadi pengalaman berharga bagi Quina dan Hafiza sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Jawa dan berbicara di depan umum.

Lomba geguritan dan sesorah dalam FTBI menjadi salah satu sarana bagi murid untuk mengenal lebih dekat karya sastra Jawa sekaligus mengembangkan kemampuan apresiasi dan ekspresi seni. Dalam perlombaan ini, peserta tidak hanya dituntut mampu menghafalkan teks, tetapi juga memahami isi geguritan dan sesorah agar menyampaikannya dengan penuh penghayatan.

Persiapan yang dilakukan sebelum perlombaan menjadi bekal bagi Quina dan Hafiza untuk tampil lebih percaya diri. Latihan secara berulang membantu dirinya memahami isi geguritan dan sesorah sekaligus mengatur ekspresi dan intonasi saat tampil.

Kepala MIN 1 Banyumas, H. Mahruri, S.H.I., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Quina dan Hafiza ini. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa murid madrasah memiliki potensi yang dapat berkembang apabila mendapatkan pembinaan dan kesempatan yang tepat.

“Kami bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih ananda Quina dan Hafiza. Kejuaraan dalam lomba geguritan dan sesorah merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Keberanian untuk tampil dan memberikan kemampuan terbaik merupakan sebuah prestasi yang sangat berarti. Semoga ananda terus mengembangkan kemampuannya dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” tutur H. Mahruri.

Ia menambahkan bahwa kegiatan FTBI memiliki peran penting dalam menumbuhkan kecintaan genersi muda terhadap bahasa dan sastra daerah.

“Bahasa Jawa merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dikenalkan dan dilestarikan oleh generasi muda. Melalui lomba seperti sesorah, anak-anak belajar berkomunikasi, membangun kepercayaan diri, sekaligus mencintai bahasa dan budaya daerah. Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasi, tetapi juga memahami dan mencintai sastra serta budaya yang ada di dalamnya. Kegiatan FTBI menjadi salah satu sarana yang sangat baik untuk mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.

pembina dan Penanggungjawab FTBI MIN 1 Banyumas, Mar'atun Sholihah, S.Pd.I., M.Pd.I., mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih kedua murid binaannya ini. Ia menilai prestasi tersebut tidak terlepas dari proses latihan dan kesungguhan dalam mempersiapkan diri. “Alhamdulillah, ananda Quina dan Haiza mampu memberikan penampilan terbaik hingga berhasil meraih juara. Ini merupakan hasil dari proses latihan, ketekunan, dan keberanian untuk tampil. Kami sangat mengapresiasi usaha yang sudah dilakukan,” ungkap Mar'atun Sholihah.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa juara, tetapi juga pada proses membangun kecintaan murid terhadap bahasa dan sastra Jawa. “Yang kami harapkan bukan hanya mendapatkan juara, tetapi anak-anak semakin mencintai bahasa Jawa dan berani mengekspresikan diri. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi Quina dan Hafiza untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan masing-masing,” tambahnya.

Hafiza mengungkapkan rasa senang setelah namanya diumumkan sebagai Juara, walaupun saat penerimaan kejuaraan, ia diwakili oleh peserta lain, yakni ananda Rama. Hafiza merasa perjuangan dan latihan yang dilakukan sebelum perlombaan memberikan hasil yang membahagiakan. “Kami merasa senang bisa mendapatkan juara. Saat tampil saya berusaha menghayati dan tetap percaya diri meskipun sedikit gugup,” ujar Hafiza.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada guru dan pembina yang telah memberikan bimbingan selama persiapan lomba. “Kami berterima kasih kepada guru dan pembina yang sudah membimbing dan membantu berlatih. Kami ingin terus belajar supaya bisa lebih baik lagi dan mendapatkan juara yang lebih tinggi pada lomba berikutnya,” ungkapnya.

Prestasi Quina dan Hafiza dalam FTBI Kecamatan Purwokerto Timur menjadi bukti bahwa kemampuan seni dan sastra murid perlu terus dikembangkan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak murid MIN 1 Banyumas yang berani tampil, mencintai bahasa daerah, serta mampu mengharumkan nama madrasah melalui berbagai ajang prestasi.