Kupas Tuntas Surat An-Naml dalam Simakan Al-Quran di Masjid Baitul Muttaqin
Oleh HUMAS
Banyumas - Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Barat, Iswanto, melaksanakan kegiatan bimbingan penyuluhan dalam kegiatan Simakan Al Qur'an di Masjid Baitul Muttaqin. Minggu (01/02/26).
Simakan Al Qur'an merupakan program rutin yang diadakan setiap Ahad pagi, dan dihadiri oleh jama’ah masjid dan masyarakat umum yang tersebar di sekitar wilayah Kecamatan Purwokerto Barat, berkisar antara 30 hingga 50 orang. Mereka mengikutinya secara tekun, istiqomah dan menunjukkan antusiasmenya dalam menyimak dan belajar Al Qur'an.
Simakan Qur’an kali ini masuk Juz 20, yang terdiri dari 3 surat : An-Naml, Al Qashas dan Al ‘Ankabut. Dalam penyuluhan kali ini, Iswanto mengupas beberapa makna kandungan Surat An-Naml, dimana di dalamnya menyimpan pelajaran, pesan mendalam, terutama tentang keesaan Allah SWT dan limpahan kebaikan-Nya. Surat ini mengingatkan setiap umat Islam untuk selalu introspeksi atas segala tindakan yang telah dilakukan. Di dalam surat ini juga terdapat peringatan bagi mereka yang tidak mempercayai adanya kehidupan akhirat. Surat An-Naml sendiri merupakan surat ke-27 dalam Al-Quran dan terdiri dari 93 ayat.
Salah satu kisah menarik dalam surat ini adalah tentang seekor semut yang memperingatkan koloni-nya agar tidak terinjak oleh bala tentara Nabi Sulaiman. Kisah tersebut menggambarkan bahwa semut hidup dalam sistem sosial yang teratur dan disiplin, layaknya kehidupan manusia. Surat An-Naml, yang berarti "Semut", menggambarkan kehidupan semut yang terorganisir dan disiplin, tidak jauh berbeda dengan kehidupan manusia. Pada ayat 18 dan 19 dalam surat ini, dikisahkan bagaimana Nabi Sulaiman dianugerahi kemampuan luar biasa untuk memahami bahasa semut.
Kisah ini secara tidak langsung mengandung pesan penting tentang keharusan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap makhluk ciptaan-Nya, sekecil apa pun itu. Mukjizat yang dimiliki Nabi Sulaiman tidak hanya berupa pemahaman terhadap bahasa manusia, tetapi juga bentuk komunikasi dengan makhluk hidup lainnya, yang menjadi bukti keagungan dan kekuasaan Allah SWT.
Kegiatan berjalan dengan lancar, dan Iswanto menekankan pentingnya kegiatan Simakan Al Qur’an sebagai wadah untuk mempererat hubungan antar jama’ah serta meningkatkan kualitas ibadah. "Kegiatan ini bukan hanya sebagai sarana membaca Al Qur'an, tetapi juga sebagai bentuk komitmen kita dalam menjaga kerukunan, memperkuat ukhuwah Islamiyyah dan di antara kita," ujarnya.
Selain mempererat hubungan sosial, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para jama’ah untuk bersama-sama mempelajari dan mendalami ayat-ayat Al Qur'an, sehingga kualitas pemahaman serta amaliyah ibadahnya meningkat. Kegiatan Simakan Al Qur'an ini diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat untuk aktif dalam kegiatan keagamaan, serta memperkuat ikatan kekeluargaan dan spiritual di kalangan umat Islam. (is)
