Lentera Maghrib di Selandaka: Sentuhan Personalisasi Mengaji Bersama Penyuluh

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Sumpiuh - Ketika azan maghrib selesai berkumandang dan sholat berjamaah ditunaikan, riuh suara langkah kaki anak-anak berpindah membentuk antrean yang rapi di Mushola Kedung Santen, Selandaka. Mereka adalah santri-santri cilik dari MT Anak-Anak An-Najah yang siap menimba ilmu bersama Penyuluh Agama Islam KUA Sumpiuh, Laeli Najihah. Kamis (04/06)

Malam itu, seperti malam-malam biasanya, metode sorogan menjadi ruh dalam pembelajaran. Satu per satu anak maju mendekat, membawa kitab Iqro’ atau Al-Qur'an mereka. Di sinilah sentuhan personal seorang penyuluh diuji. Dengan penuh kesabaran, Laeli menyimak setiap pelafalan huruf dari para santri. Ketika ada kekeliruan, bimbingan tajwid langsung diselipkan secara privat, memperbaiki makhraj dan panjang-pendek bacaan sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing anak.

Suasana bimluh ba'da maghrib ini menjadi oase spiritual yang penting. Di tengah gempuran era digital, Mushola Kedung Santen tetap konsisten menjadi tempat lahirnya generasi yang melek huruf hijaiyah dan mencintai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW ini.