Lestarikan Tradisi Pesantren, Penyuluh Somagede Terapkan Metode Sorogan di TPQ

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Dalam upaya menjaga kelestarian tradisi keilmuan para salafuna shalih, Penyuluh Agama Islam fungsional Kecamatan Somagede, Budiman, melakukan terobosan edukasi di TPQ Hidayatussibyan. Hari Senin mulai digencarkan bimbingan belajar membaca kitab fiqh dasar Safinatunnajah dengan menggunakan sistem Sorogan. Senin (02/02)

Metode sorogan merupakan sistem pembelajaran khas pesantren di mana santri membaca langsung di hadapan guru. Langkah ini diambil untuk memastikan ketepatan bacaan sekaligus pemahaman makna secara mendalam bagi para santri. Guna menjaga efektivitas belajar, program ini memiliki kriteria dan fokus khusus:

  • Kriteria Peserta: Diperuntukkan bagi santri yang telah khatam Al-Qur'an atau memiliki kelancaran membaca yang mumpuni.

  • Waktu Pelaksanaan: Dilaksanakan secara fleksibel di sela-sela jadwal mengaji rutin.

  • Materi Dasar: Mencakup pengenalan penggalan kalimat (tarkib) dan teknik membaca Arab Pegon untuk memahami arti per kata.

Melalui program ini, PAI Somagede berharap tradisi literasi kitab kuning tidak hanya berhenti di lingkungan pondok pesantren besar, tetapi juga mengakar kuat di tingkat TPQ.

"Ini adalah langkah nyata untuk membekali santri dengan ilmu agama dasar—khususnya akidah, fiqh, dan akhlak—sebagai fondasi kuat bagi mereka di masa depan," ujar salah satu penyuluh di lokasi.

Dengan adanya bimbingan intensif ini, diharapkan generasi muda di wilayah Somagede tidak hanya fasih membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami hukum-hukum dasar ibadah yang tertuang dalam kitab-kitab klasik sebagai pedoman keseharian mereka.