Melalui Metode Sorogan, Penyuluh Bimbing Warga Binaan Rutan Banyumas Mengaji Sesuai Kemampuan

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Banyumas – Dalam upaya memberikan bekal spiritual dan memperkuat mental keagamaan para warga binaan, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Sumpiuh, Chozin, secara konsisten melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banyumas. Kamis (18/06)

Kegiatan bimbingan kali ini difokuskan pada pembelajaran membaca Al-Qur'an dengan menggunakan metode Sorogan. Metode tradisional ini dipilih karena dinilai sangat efektif, di mana setiap warga binaan mendapatkan bimbingan secara privat dan langsung bertatap muka dengan penyuluh. Hal ini memungkinkan proses belajar disesuaikan secara personal berdasarkan tingkatan kemampuan masing-masing, mulai dari tingkat dasar (Iqro) hingga pembacaan Al-Qur'an yang sudah lancar.

Chozin menjelaskan bahwa pendekatan personal seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kenyamanan bagi para warga binaan yang sedang belajar. "Melalui metode sorogan, kita bisa mengetahui secara pasti sejauh mana kemampuan membaca mereka. Bagi yang masih terbata-bata, kita bimbing dari jilid Iqro, sementara bagi yang sudah mampu, kita perdalam tajwid dan makharijul hurufnya langsung menggunakan mushaf Al-Qur'an," ujarnya.

Kegiatan bimluh ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para warga binaan. Ruangan tempat mengaji tampak khidmat saat mereka bergantian menyetorkan bacaan. Program rutin ini diharapkan tidak hanya sekadar mengajarkan cara membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri dan pembersihan hati, sehingga para warga binaan memiliki modal spiritual yang kuat ketika kelak kembali ke tengah masyarakat.