Mengasah Rasa dan Kata: Penyuluh Agama Mengajar Kelas Literasi Santri
Oleh HUMAS
Banyumas – Ditengah jadwal padat menghafal dan mengkaji ilmu agama, para santri Pondok Pesantren Ihyaul Qur'an Tiparkidul, Kecamatan Ajibarang, mendapatkan sesi khusus untuk mengasah kepekaan rasa dan keterampilan berbahasa. Bertempat di ruang serbaguna pesantren, para santri tekun mengikuti kelas Literasi yang dimentori oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kecamatan Ajibarang, Muhammad Zainur Rakhman. Senin (20/10)
Materi yang dibawakan pada kesempatan tersebut adalah seni membuat puisi. Zainur memandu para santri untuk berkreasi dalam merangkai kata, mengubah hal yang sederhana menjadi luar biasa.
"Puisi adalah ungkapan dari sesuatu yang sederhana menggunakan bahasa yang tak biasa. Alih-alih mengatakan, 'aku mau minum', kita bisa memilih mengatakan, 'aku ingin membasahi ruang-ruang di mulutku dengan kesejukan dan air dingin'," jelas Zainur kepada para santri, memberikan contoh konkrit tentang keindahan diksi.
Dalam sesi bimbingan, Zainur membagikan metode unik untuk menyusun puisi, yaitu melalui meditasi dan pengasahan kepekaan rasa.
"Kata yang pertama muncul dalam meditasi, tulis, dan biarkan mengalir. Ikuti setiap kata berikutnya yang muncul, dan jangan banyak berpikir," pandu Zainur, mendorong santri agar menulis dengan hati dan intuisi.
Kelas Literasi yang diasuh oleh PAIF Ajibarang ini sudah berjalan sekitar dua tahun. Keberhasilannya terbukti nyata: angkatan pertama berhasil menerbitkan karya antologi bersama berjudul "Rangkasa; Rangkaian Kata Santri", yang berisi kumpulan puisi dan cerpen murni hasil karya para santri.
Melalui kelas Literasi ini, diharapkan santri tidak hanya ahli dalam ilmu agama, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan berbahasa, khususnya dalam menulis, sehingga dapat menuangkan nilai-nilai keagamaan dalam karya yang menjangkau kalangan yang lebih luas. (mzr/del)
