Mengingat Keagungan Asyura dalam Hangatnya Rutinan MT Padhang Ati Eling Kubur
Oleh KUA SUMPIUH
Sumpuh – Majelis Ta’lim (MT) Padhang Ati Eling Kubur kembali menggelar kegiatan rutinan malam Rabu dengan penuh khidmat. Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sumpiuh, Laeli Najihah, selaku penanggung jawab, menjadi sarana spiritual yang konsisten dalam membina spiritualitas jamaah di wilayah Kecamatan Sumpiuh. Rabu (24/06)
Namun, ada yang berbeda pada pertemuan kali ini. Suasana pengajian terasa lebih menyentuh hati karena bertepatan dengan momentum bulan Muharram. Memanfaatkan momen bernilai sejarah ini, Ibu Laeli Najihah mengisi sesi kultum dengan mengulas lembaran sejarah Islam, khususnya peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura.
Dalam kultumnya, Laeli Najihah mengajak jamaah untuk merenungkan kembali keagungan hari Asyura. Ia memaparkan beberapa kejadian luar biasa yang dialami para nabi terdahulu sebagai bukti pertolongan Allah SWT kepada hamba-Nya yang bertakwa.
"Tanggal 10 Muharram bukan sekadar tanggal biasa. Di hari inilah Nabi Nuh AS diselamatkan dari banjir bandang, Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari kobaran api Raja Namrud, dan Nabi Musa AS bersama kaumnya dibelahkan Laut Merah untuk selamat dari kejaran Firaun," jelas Laeli di hadapan para jamaah yang menyimak dengan khusyuk.
Melalui rangkaian kisah sejarah tersebut, penyuluh agama Islam KUA Sumpiuh ini berpesan agar jamaah MT Padhang Ati Eling Kubur senantiasa meningkatkan keimanan dan memperbanyak amalan salih, seperti puasa Asyura dan menyantuni anak yatim. Sesuai dengan nama majelis ini, pengingat akan sejarah masa lalu diharapkan mampu menjadi cermin untuk selalu "eling" (ingat) akan bekal menuju masa depan yang abadi di akhirat kelak.
Kegiatan rutinan ini ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta keistiqomahan iman bagi seluruh jamaah dan masyarakat Sumpiuh pada umumnya.
