Pelatihan Ecoprinting Dharma Wanita Persatuan Kemenag Banyumas
Oleh MIN1 Banyumas
Banyumas – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan peningkatan keterampilan anggota yang berlangsung di Aula Al Ikhlas Kemenag Banyumas mulai pukul 09.00 hingga 14.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dharma Wanita dari berbagai satuan kerja di lingkungan Kemenag Kabupaten Banyumas.
Kegiatan inti diisi dengan pelatihan keterampilan membuat ecoprinting, yakni teknik menghias kain menggunakan pewarna alami dari daun dan bunga. Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan tahapan pembuatan ecoprinting secara langsung oleh instruktur.
Adapun tahapan pembuatan ecoprinting dimulai dengan menyiapkan kain berbahan alami seperti katun atau sutra yang telah melalui proses scouring atau pencucian khusus agar pori-pori kain terbuka. Selanjutnya, kain direndam dalam larutan mordant (pengikat warna) menggunakan bahan seperti tawas atau tunjung agar warna alami dapat menempel dengan baik.
Setelah proses perendaman, daun dan bunga segar dengan kandungan pigmen alami disusun di atas kain sesuai motif yang diinginkan. Kain kemudian digulung atau dilipat rapat, diikat kuat, lalu dikukus atau direbus selama kurang lebih 1 – 2 jam. Setelah proses pemanasan selesai, kain didiamkan. Jika kain sudah dingin, gulungan kain kemudian dibuka dan dikeringkan. Tahap akhir dilakukan dengan fiksasi warna agar motif daun dan bunga lebih tahan lama.
Salah satu peserta perwakilan Dharma Wanita dari MIN 1 Banyumas, Mar Atun Solihah, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ecoprinting memberikan pengalaman baru yang inspiratif. “Kegiatannya sangat bermanfaat. Selain menambah keterampilan, ecoprinting juga mengajarkan kita untuk lebih mencintai alam karena memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DWP Kemenag Kabupaten Banyumas berharap agar anggota dapat mengembangkan keterampilan ecoprinting sebagai aktivitas kreatif yang ramah lingkungan sekaligus berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi.
