Penanggulangan HIV/AIDS Jadi Tema Pertemuan Rutin IPARI Banyumas di Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto
Oleh KUA Wangon
Banyumas – Penanggulangan HIV/AIDS menjadi salah satu tema utama dalam pertemuan rutin Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banyumas yang digelar di Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para penyuluh agama lintas iman untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Selasa (08/09)
Pertemuan diikuti oleh para penyuluh agama dari berbagai latar belakang keagamaan. Selain membahas HIV/AIDS, kegiatan juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi antarpelaku penyuluhan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, sehat, dan saling menghargai.
Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zainur, menyampaikan bahwa penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk penyuluh agama. Menurutnya, penyuluh memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan keagamaan yang humanis dan tidak memberikan stigma kepada para penyintas.
“Persoalan HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan kepedulian bersama. Penyuluh agama dapat berperan memberikan edukasi, membangun kesadaran, serta mengajak masyarakat untuk menjauhi perilaku berisiko dan tetap memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Zainur.
Melalui pertemuan rutin tersebut, IPARI Banyumas diharapkan semakin mampu memperkuat sinergi penyuluh agama lintas iman dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Kegiatan di Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto sekaligus menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan toleransi, bahwa penyuluh agama dapat bersatu memberikan kontribusi positif bagi kesehatan, kerukunan, dan kemaslahatan masyarakat.(srf)
