Penyatuan Dua Pribadi Di Pura Pedaleman Giri Kendeng

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto (Humas) — Suasana khidmat menyelimuti Pura Pedaleman Giri Kendeng pada hari Rabu, 24 September 2025, saat dilangsungkannya upacara Wiwaha Samskara, sebuah ritual suci dalam tradisi Hindu yang menandai penyatuan dua insan dalam ikatan pernikahan. Upacara ini dipimpin oleh Budi Santoso dan dihadiri oleh keluarga serta umat yang turut memberikan doa restu.

Wiwaha Samskara merupakan salah satu dari upacara penting dalam ajaran Hindu, yang bermakna sebagai pengesahan ikatan lahir dan batin antara suami dan istri. Melalui yadnya atau persembahan suci, pasangan yang menikah disucikan agar kehidupan rumah tangga mereka berlandaskan pada empat tujuan hidup: dharma (kebenaran), artha (kemakmuran), kama (cinta dan kebahagiaan), serta moksha (pembebasan spiritual).

Lebih dari sekadar penyatuan dua pribadi, Wiwaha Samskara juga menjadi simbol penyatuan dua keluarga besar yang berkomitmen untuk bersama-sama menegakkan nilai-nilai dharma. Dalam pelaksanaannya, ritual ini mengandung harapan agar pasangan yang diberkati dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kesucian, saling mendukung satu sama lain, dan menjadikan keluarga sebagai wahana untuk menjalankan Dharma Agama dan Dharma Negara.

Sloka dalam Rg Veda X.85.42 menegaskan "Semoga kamu berdua dipersatukan, teguh dalam kasih, harmonis dalam pikiran, dan bersama membangun keluarga penuh kebajikan."

Upacara berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diiringi doa-doa dan rangkaian prosesi adat yang sarat makna spiritual. Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai luhur dalam membangun kehidupan berumah tangga yang harmonis dan bermakna (tum)