Penyuluh Agama Dorong Warga Manfaatkan Lahan Kosong untuk Berkebun Sayur
Oleh KUA Sokaraja
Banyumas – Penyuluh Agama Islam terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah sebagai lahan produktif dengan menanam berbagai jenis sayuran. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Kegiatan pemanfaatan lahan kosong ini dilakukan bersama warga di lingkungan masyarakat dengan mengajak mereka mengubah lahan yang sebelumnya tidak terpakai menjadi kebun sayur sederhana. Berbagai tanaman seperti cabai, tomat, terong, kangkung, bayam, sawi, dan tanaman kebutuhan dapur lainnya dapat dikembangkan sesuai kondisi lahan.
Penyuluh Agama Islam M.Fikih, SHI menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar berkebun, tetapi juga merupakan bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, lahan sempit sekalipun dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan baik dan konsisten.
“Lahan kosong jangan dibiarkan begitu saja. Dengan sedikit kemauan dan kreativitas, lahan tersebut bisa menjadi sumber pangan keluarga. Selain menghasilkan sayuran, kegiatan berkebun juga mengajarkan kita untuk hidup produktif, hemat, dan peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, warga diajak mengenal cara sederhana menyiapkan media tanam, memilih bibit, melakukan penyiraman, pemupukan, hingga merawat tanaman agar tumbuh dengan baik. Pemanfaatan barang bekas seperti botol, ember, maupun wadah lainnya juga dapat digunakan sebagai media tanam apabila keterbatasan lahan menjadi kendala.
Dampak kegiatan tersebut diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan sayuran rumah tangga, kebun sederhana dapat mengurangi pengeluaran belanja harian, menciptakan lingkungan yang lebih hijau, serta menumbuhkan semangat gotong royong antarwarga.
Lebih jauh, pemanfaatan lahan kosong diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif. Apabila hasil panen berlebih, warga dapat membagikannya kepada tetangga atau menjualnya sehingga memberikan tambahan nilai ekonomi bagi keluarga.
Menurut Penyuluh Agama, menjaga lingkungan dan membangun kemandirian pangan juga merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih maslahat. Nilai-nilai keagamaan tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan gerakan sederhana “Lahan Kosong Menjadi Kebun Sayur”, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa setiap jengkal tanah dapat memberikan manfaat apabila dikelola secara bersama-sama, kreatif, dan berkelanjutan.
