Penyuluh KUA Jatilawang Ikuti Seleksi Futsal Porseni se-Eks Karesidenan Banyumas

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Sorak semangat dan tepuk tangan menggema hangat di dalam GOR Orion. Bola bergulir cepat di lapangan futsal, berpindah dari kaki ke kaki, menghadirkan suasana penuh energi dan kebersamaan dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Penyuluh Agama se-Eks Karesidenan Banyumas. Rabu (13/05)

Di tengah semarak pertandingan itu, Rais Rudiansyah, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Jatilawang, tampil dengan penuh perjuangan dan semangat yang menggelora mengikuti seleksi cabang olahraga futsal. Dengan langkah ringan namun penuh keyakinan, ia berbaur bersama peserta lain dalam pertandingan yang tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga kekompakan dan semangat persaudaraan.

Keringat yang membasahi wajah para pemain menjadi gambaran nyata tentang dedikasi dan ketulusan. Di luar keseharian mereka sebagai pembimbing umat yang akrab dengan ceramah, pendampingan masyarakat, dan pembinaan keagamaan, para penyuluh agama itu menunjukkan sisi lain sebagai pribadi-pribadi tangguh yang tetap menjaga kesehatan, sportivitas, dan jiwa kebersamaan.

Rais Rudiansyah tampak bermain penuh semangat sejak peluit pertandingan dimulai. Sesekali ia memberi aba-aba kepada rekan setim, berlari mengejar bola, dan saling menyemangati di tengah pertandingan yang berlangsung sengit namun tetap hangat dan bersahabat.

“Ajang seperti ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga tentang memperkuat persaudaraan antar penyuluh agama. Kami bisa saling mengenal lebih dekat dan menjaga semangat bersama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya di sela kegiatan.

Pertandingan futsal tersebut berlangsung meriah dengan dukungan dan tawa hangat dari sesama peserta. Tidak ada sekat jabatan maupun daerah. Semua menyatu dalam satu lapangan, dipersatukan oleh semangat pengabdian dan kebersamaan yang tulus.

Di balik riuh pertandingan itu, tersimpan pesan mendalam bahwa para penyuluh agama juga membutuhkan ruang untuk menyegarkan jiwa dan menjaga semangat hidup. Setelah hari-hari yang dipenuhi tanggung jawab membina masyarakat, lapangan olahraga menjadi tempat sederhana untuk melepas penat sekaligus menumbuhkan energi baru.

Porseni Penyuluh Agama se-Eks Karesidenan Banyumas menjadi lebih dari sekadar ajang perlombaan. Ia menjelma menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan hati-hati pengabdi dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan.

Di antara derap langkah di lapangan futsal itu, tersimpan pelajaran indah bahwa perjuangan tidak selalu hadir dalam ruang-ruang besar. Kadang ia lahir dari semangat sederhana untuk terus bergerak, menjaga kebersamaan, dan menyalakan harapan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan hati yang tetap hidup dan bahagia.