Penyuluh KUA Sokaraja Bekali Tata Cara Pemulasaran Jenazah di Desa Binaan
Oleh KUA Sokaraja
Sokaraja — Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, Akhmad Arifudin, memberikan tausiyah sekaligus pembekalan tentang tata cara pemulasaran jenazah orang Islam kepada jamaah Majelis Ta’lim (MT) Baiturrohim, Desa Sokaraja Wetan. Rabu (30/09)
Kegiatan tersebut berlangsung pada pengajian rutin Kamis ba’da Ashar di MT Baiturrohim, Desa Sokaraja Wetan. Pembekalan ini diikuti oleh jamaah sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam melaksanakan pemulasaran jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Dalam tausiyahnya, Akhmad Arifudin menjelaskan bahwa pemulasaran jenazah meliputi memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah. Seluruh rangkaian tersebut merupakan kewajiban fardhu kifayah, sehingga harus dipahami dan dilaksanakan oleh sebagian umat Islam ketika ada seorang muslim yang meninggal dunia.
Ia juga menyampaikan dalil tentang kewajiban mengurus jenazah sebagaimana hadis Rasulullah saw.: “Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, kafanilah dengan dua kainnya, dan jangan diberi wewangian.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam pelaksanaan pemulasaran jenazah sesuai tuntunan Rasulullah saw.
Selain itu, jamaah diberikan motivasi agar tidak takut atau enggan belajar mengurus jenazah. Menurutnya, membantu pemulasaran jenazah merupakan bentuk kepedulian, penghormatan terakhir, dan amal kebajikan kepada sesama muslim. Rasulullah saw. juga bersabda, “Barang siapa mengurus jenazah hingga menyalatkannya, maka baginya satu qirath; dan barang siapa mengurusnya hingga dimakamkan, maka baginya dua qirath.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan masyarakat dalam membantu proses pemulasaran jenazah dengan benar, tertib, dan penuh penghormatan. Kegiatan berlangsung khidmat serta mendapat respons positif dari jamaah.
Kehadiran Penyuluh Agama di desa binaan menjadi bagian penting dalam memperkuat edukasi keagamaan, membangun kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menjalankan kewajiban terhadap sesama muslim.
