HUT RI #81

Penyuluh Sokaraja Ajarkan Kitab Safinah kepada Siswa MIMA NU Banjaranyar

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Banjaranyar — Penyuluh Agama Sokaraja terus berupaya hadir di tengah lembaga pendidikan dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran Kitab Safinah kepada siswa-siswi MIMA NU Banjaranyar, khususnya kelas 5 dan 6. Kamis (25/09)

Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan di ruang kelas MIMA NU Banjaranyar dan diampu oleh Suroso, Penyuluh Agama Sokaraja. Materi yang diberikan pada kesempatan tersebut merupakan pengenalan awal terhadap Kitab Safinah, dengan pembahasan Bab Arkanul Islam (Rukun Islam).

Pembelajaran Kitab Safinah menjadi langkah awal bagi para siswa untuk mengenal salah satu kitab dasar dalam kajian fikih. Pada pertemuan perdana ini, siswa diperkenalkan dengan Arkanul Islam atau Rukun Islam sebagai bagian penting dalam memahami dasar-dasar ajaran Islam.

Materi disampaikan dengan menyesuaikan tingkat pemahaman siswa kelas 5 dan 6 sehingga diharapkan mereka tidak hanya mengenal isi kitab, tetapi juga mulai terbiasa membaca, memahami, dan mengamalkan materi keagamaan yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja sama antara Penyuluh Agama Sokaraja dengan MIMA NU Banjaranyar yang telah dibangun sebelumnya. Kerja sama ini diarahkan untuk memberikan tambahan pembinaan keagamaan kepada peserta didik, khususnya agar mereka memiliki bekal ilmu agama yang lebih kuat setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah.

Melalui program pembelajaran ini, pihak madrasah dan Penyuluh Agama Sokaraja berharap lulusan MIMA NU Banjaranyar nantinya tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai dasar pengetahuan keislaman yang baik.

Salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah agar para siswa secara bertahap mampu membaca dan memahami Kitab Safinah serta mengamalkan kandungan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang dilakukan sejak di bangku madrasah diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan dan memperdalam ilmu agama pada jenjang berikutnya.

Program tersebut juga menjadi bentuk nyata kehadiran Penyuluh Agama dalam mendukung pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat, khususnya melalui lembaga pendidikan dasar.