Penyuluh Sokaraja Sinergi Bersama BADKO LPQ untuk Cetak Generasi Qurani yang Cerdas dan Bertakwa
Oleh KUA Sokaraja
Sokaraja — Dalam rangka memperkuat pembinaan dan pengembangan pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, Penyuluh Sokaraja membangun sinergi bersama Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (BADKO LPQ) Sokaraja beserta seluruh ustadz dan ustadzah TPQ di bawah naungannya. Sinergi tersebut menjadi langkah strategis untuk bersama-sama mewujudkan generasi Islami yang cerdas, berkarakter, dan bertakwa. Kamis (25/09)
Kegiatan sinergi tersebut dilaksanakan di Sekretariat Bersama (Sekber) MWC NU Sokaraja. Pertemuan dihadiri oleh Penyuluh Sokaraja, Saptono dan Suroso, serta dari BADKO LPQ Sokaraja Ibu Nurhasanah bersama seluruh ustadz dan ustadzah TPQ yang berada di bawah naungan BADKO LPQ Sokaraja.
Sinergi antara Penyuluh Sokaraja dan BADKO LPQ Sokaraja menjadi sebuah langkah yang diharapkan mampu memperkuat pembinaan lembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah Sokaraja. Kehadiran penyuluh di lingkungan TPQ merupakan bagian dari upaya memperluas peran penyuluh agar dapat bersentuhan langsung dengan lembaga-lembaga pendidikan keagamaan dan para pendidik Al-Qur’an.
Hal tersebut sekaligus menjadi sebuah terobosan dalam membangun kolaborasi antara penyuluh dan lembaga TPQ. Dengan adanya komunikasi dan kerja sama yang lebih erat, berbagai kebutuhan lembaga maupun para ustadz dan ustadzah diharapkan dapat memperoleh pendampingan secara lebih terarah.
Sinergi tersebut semakin kuat karena Ketua BADKO LPQ Sokaraja dan Sekretaris BADKO LPQ Sokaraja juga berasal dari unsur Penyuluh Sokaraja, yakni Saptono dan Suroso. Kondisi ini menjadi modal penting untuk membangun koordinasi dan program bersama secara berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah program yang ke depan diharapkan dapat dilaksanakan secara bersama-sama. Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain pelatihan bagi ustadz dan ustadzah, tutorial EMIS, bakti sosial, serta pendampingan dan bantuan dalam bidang administrasi lembaga TPQ.
Program pelatihan ustadz dan ustadzah diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pendidik sehingga proses pembelajaran Al-Qur’an kepada anak-anak dapat semakin baik. Sementara itu, tutorial EMIS diarahkan untuk membantu lembaga dalam memahami dan mengelola administrasi serta pendataan lembaga secara lebih tertib.
Selain penguatan kapasitas dan administrasi, kegiatan bakti sosial juga direncanakan sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian bersama kepada masyarakat.
Sinergi ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang saling mendukung. Penyuluh, BADKO LPQ, ustadz dan ustadzah, serta lembaga TPQ diharapkan dapat menjadi satu kesatuan dalam menjalankan pembinaan generasi muda.
Melalui kerja sama tersebut, pembinaan anak-anak tidak hanya diarahkan agar mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, kecerdasan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Ke depan, sinergi Penyuluh Sokaraja dan BADKO LPQ Sokaraja diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan lembaga TPQ dan para pendidiknya.
Dengan kolaborasi yang terencana dan berkelanjutan, seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun pendidikan Al-Qur’an yang kuat dan mencetak generasi Qur’ani di wilayah Sokaraja yang cerdas, berakhlak mulia, dan bertakwa.
Sinergi hari ini menjadi ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi Sokaraja yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan.
