HUT RI #81

Rembug Stunting Karangsalam Lor: Penyuluh Dorong Generasi Sehat dan Cerdas sebagai Investasi Bangsa

Oleh Pokjaluh
SHARE

Baturraden - Upaya pencegahan dan penanganan stunting terus diperkuat melalui sinergi berbagai unsur masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Rembug Stunting yang dilaksanakan di Desa Karangsalam Lor, Kecamatan Baturraden. Kamis (17/09)

Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk meningkatkan kepedulian dan komitmen masyarakat dalam mencegah stunting sejak dini. Sejumlah unsur yang hadir antara lain pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader PKK, ketua RT, bidan desa, kepala PAUD, serta kepala TK.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Baturraden, Nani, turut bersinergi dengan memberikan materi bertajuk “Pencegahan Stunting.” Kehadiran penyuluh agama dalam forum tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk bidang keagamaan dan pembinaan keluarga.

Nani menjelaskan bahwa stunting merupakan salah satu bidang spesialisasi dalam program kepenyuluhan yang menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, pencegahan stunting perlu dilakukan secara berkesinambungan dan dimulai sejak pembentukan keluarga.

“Dalam setiap bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, kami juga menyisipkan materi tentang stunting. Ini penting agar calon pasangan memahami bahwa membangun keluarga bukan hanya tentang kesiapan secara mental dan sosial, tetapi juga bagaimana mempersiapkan generasi yang sehat sejak awal,” jelas Nani.

Ia menambahkan, edukasi mengenai stunting merupakan salah satu bentuk kontribusi Kementerian Agama kepada masyarakat. Melalui kegiatan penyuluhan, informasi dan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan stunting diharapkan dapat semakin luas diterima masyarakat.

“Stunting juga termasuk program unggulan Kementerian Agama. Kami ingin terus berkontribusi kepada masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi, sehingga ke depan dapat lahir generasi yang sehat dan cerdas sebagai investasi bangsa,” ungkapnya.

Menurut Nani, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam mempersiapkan tumbuh kembang anak, sehingga pengetahuan mengenai kesehatan, pola asuh, gizi, serta kesiapan orang tua perlu terus ditingkatkan.

“Negara kuat karena rakyatnya sehat. Karena itu, pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang. Generasi yang sehat dan cerdas akan menjadi modal penting bagi kemajuan bangsa di masa yang akan datang,” tegasnya.

Rembug Stunting di Desa Karangsalam Lor diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh unsur yang terlibat. Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader masyarakat, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan penyuluh agama menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya pencegahan stunting.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, mulai dari pembinaan calon pengantin, penguatan ketahanan keluarga, edukasi kepada orang tua, hingga perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

Dengan demikian, Rembug Stunting bukan sekadar agenda desa, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.