Sinergi Kemenag dan Dindik Banyumas: Matangkan Persiapan TKA Nasional dan Standarisasi Mutu Pendidikan
Oleh HUMAS
Purwokerto – Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menjadi saksi bisu penguatan kolaborasi antara Kemenag dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral ini digelar untuk menyatukan langkah menghadapi agenda besar pendidikan, mulai dari standarisasi ujian nasional hingga sinkronisasi data digital. Senin (26/01/26)
Kasi Pendidikan Madrasah, dalam pembukaannya, menegaskan bahwa esensi dari pertemuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan forum silaturahmi untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sekolah dan madrasah. "Tujuan utama kita adalah mencerdaskan anak bangsa dan memastikan kualitas pendidikan di Banyumas terus meningkat secara merata," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Banyumas menekankan bahwa sinergi lintas lembaga adalah kunci suksesnya kebijakan pendidikan nasional. Koordinasi yang apik antara Kemenag dan Dindik diperlukan agar pelaksanaan asesmen serta pengelolaan data pendidikan berjalan selaras dan akuntabel.
Fokus utama rapat membahas persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Nasional dan Tes Kemampuan Sekolah (TKS). Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan, Taryono, menjelaskan bahwa sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025, TKA hadir untuk mengukur capaian akademik standar nasional.
-
Jenjang SD: Akan ada penambahan mata pelajaran IPAS dan Pendidikan Pancasila.
-
Jenjang SMP: Fokus penambahan mencakup Bahasa Inggris dan IPA.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Dindik Banyumas menyoroti pentingnya standarisasi melalui TKA untuk mengurangi kesenjangan nilai antar sekolah. Menariknya, selain TKA tingkat nasional, Banyumas juga bersiap melaksanakan TKS tingkat daerah sesuai saran kebijakan pusat. Teknis pelaksanaan TKS akan diintegrasikan saat jadwal Ujian Sekolah (US/PSAJ), di mana soal untuk dua mata pelajaran tertentu akan diganti dengan soal standar dari kabupaten.
Selain urusan akademik, forum ini membedah persoalan klasik terkait pengelolaan data melalui sistem Emis dan Dapodik. Ketidaksinkronan data lembaga, pendidik, dan siswa menjadi perhatian serius. Kedua belah pihak menyepakati perlunya pendampingan teknis yang berkelanjutan agar data pendidikan di Banyumas semakin valid dan akurat, mengingat data tersebut merupakan dasar krusial dalam pengambilan kebijakan dan penyaluran program bantuan.
Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, pengawas madrasah/sekolah, serta pengurus IGRA dan KKM ini berlangsung secara dialogis. Para peserta aktif memberikan masukan atas kendala di lapangan, menciptakan suasana kerja yang kolaboratif.
Rakor ini ditutup dengan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pelaksanaan TKA Nasional dan TKS berjalan tertib dan lancar. Dengan sinergi ini, diharapkan mutu layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Banyumas dapat mencapai standar kualitas yang unggul dan merata.
