HUT RI #81

Sinergi Lintas Wilayah, KUA Jatilawang Gelar Bimwin Mandiri Catin Asal Gunungwetan dan NTB

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Jatilawang — Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang terus membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima dan edukasi pranikah bagi masyarakat. KUA Jatilawang melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara mandiri bagi pasangan calon pengantin (catin) yang berasal dari latar belakang wilayah berbeda. Selasa (06/10)

Pelaksanaan bimbingan intensif ini bertempat di ruang layanan utama KUA Kecamatan Jatilawang sejak pagi hari. Pasangan catin yang hadir terdiri atas calon pengantin pria yang merupakan warga asli Desa Gunungwetan, Kecamatan Jatilawang, dengan calon pengantin wanita yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Perbedaan domisili asal tidak menjadi halangan, melainkan disikapi oleh pihak KUA dengan memberikan pelayanan yang inklusif, ramah, dan solutif. Kehadiran kedua calon mempelai disambut hangat oleh jajaran pegawai dan penyuluh agama setempat guna memastikan kelengkapan administrasi serta kesiapan mental mereka.

Sesi materi inti bimbingan perkawinan tersebut disampaikan secara langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Rais Rudiansyah. Beliau memandu jalannya sesi penyuluhan dengan gaya komunikasi yang interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami oleh kedua peserta didik nikah tersebut.

Dalam pemaparannya, Rais Rudiansyah memberikan pembekalan mendalam mengenai hakikat dan tujuan pernikahan dalam pandangan syariat Islam. Beliau menjelaskan bahwa menikah bukan sekadar menyatukan dua insan, sarana ibadah terpanjang, tetapi juga sebagai komitmen suci untuk membangun ketenteraman jiwa. Lebih lanjut, materi berlanjut pada pengenalan lima prinsip utama dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Kelima pilar tersebut meliputi prinsip berpasangan (zawaj), janji yang kokoh (misaqan ghalidzan), memperlakukan pasangan secara baik (mu'asarah bil ma'ruf), mengedepankan musyawarah, serta sikap saling meredai (taradhin).

Kedua calon pengantin tampak menyimak setiap poin materi dengan penuh perhatian serta sesekali mengajukan pertanyaan seputar dinamika kehidupan rumah tangga. Suasana bimbingan berlangsung cair, hangat, dan sarat akan nilai-nilai edukasi psikologis serta keagamaan. Seluruh rangkaian kegiatan Bimbingan Perkawinan mandiri ini berjalan dengan sangat lancar tanpa ada kendala yang berarti. Kesiapan materi dari narasumber serta antusiasme yang tinggi dari pasangan catin turut menjadi kunci sukses terselenggaranya acara pada hari ini.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara dimeriahkan dengan sesi foto bersama antara penyuluh agama dan pasangan calon pengantin di halaman kantor KUA. Momen kebersamaan ini diabadikan sebagai dokumentasi resmi sekaligus kenang-kenangan yang berharga. Sebagai bentuk apresiasi dan bukti pemenuhan syarat administratif, pihak KUA Jatilawang turut menyerahkan kudapan (snack) serta sertifikat Bimbingan Perkawinan kepada pasangan catin. Dengan diterbitkannya sertifikat tersebut, kedua mempelai kini dinyatakan telah siap secara lahir dan batin untuk melangkah ke jenjang pernikahan yang sah secara hukum negara dan agama.