Sinergi Penyuluh KUA dalam Giat BTA dan Tahsin di MI Miftahul Huda Selandaka

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Selandaka – Semangat literasi Al-Qur’an terpancar kuat dari raut wajah siswa-siswi kelas 5 MI Miftahul Huda Selandaka. Di bawah bimbingan langsung dari Penyuluh Agama Islam KUA Sumpiuh, Laeli Najihah, kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) dan Tahsin kini menjadi momen yang paling dinantikan untuk memperdalam bekal spiritual mereka. Kamis (07/05)

Kegiatan diawali dengan murojaah kolektif yang menggema syahdu, melantunkan rentetan surat-surat pendek mulai dari Surat Ad-Duha hingga An-Nas. Murojaah ini bukan sekadar hafalan, melainkan upaya menjaga kelestarian ayat-ayat suci dalam ingatan para santri cilik tersebut.

Inti dari kegiatan ini terletak pada metode Sorogan Tahfidz. Secara bergantian, satu per satu siswa menyetorkan hafalannya secara privat kepada Laeli. Keunggulan dari metode ini adalah adanya interaksi langsung dan personal, di mana pembimbing menyelipkan ulasan ilmu tajwid secara praktis. Setiap hukum bacaan yang ditemui dalam ayat yang dibaca langsung dibahas tuntas, sehingga anak-anak tidak hanya hafal, tetapi juga paham cara membaca yang benar sesuai kaidah.

Tak berhenti di lisan, pembinaan ini juga mencakup aspek literasi menulis. Sembari menyetor hafalan, para siswa dibiasakan untuk menuliskan kembali ayat-ayat yang mereka baca. Metode "tulis-baca" ini dinilai efektif untuk memperkuat daya ingat visual serta melatih kerapihan tulisan Arab mereka.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak kelas 5 MI Miftahul Huda Selandaka tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur'an, tetapi juga memiliki kualitas bacaan yang tajwidnya mumpuni serta terampil dalam menulis khat," ujar Laeli Najihah di sela-sela kegiatannya.

Sinergi antara Penyuluh Agama Islam KUA Sumpiuh dan institusi pendidikan seperti MI Miftahul Huda ini diharapkan terus konsisten dalam mencetak generasi qur’ani yang cerdas secara intelektual dan berakhlak mulia di wilayah Selandaka dan sekitarnya.