Tak Hanya Bahasa Inggris, MTsN 3 Banyumas Kembangkan Pembiasaan Bahasa Jawa Krama dan Bahasa Arab
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas — Penguatan budaya berbahasa di MTs Negeri 3 Banyumas tidak berhenti pada pengembangan kemampuan Bahasa Inggris. Setelah briefing bersama guru mata pelajaran Bahasa Inggris, kegiatan dilanjutkan pada siang hari bersama guru mata pelajaran Bahasa Jawa dan Bahasa Arab. Forum tersebut menjadi ruang untuk merumuskan pembiasaan bahasa yang lebih beragam, sekaligus menanamkan nilai karakter melalui bahasa dalam keseharian murid. Selasa (15/09)
Dalam briefing tersebut, madrasah memandang bahwa kemampuan berbahasa tidak semata-mata berkaitan dengan kecakapan berkomunikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari pembentukan karakter. Karena itu, pengembangan pembiasaan bahasa perlu menyentuh tiga ruang sekaligus: kemampuan berbahasa asing, kecintaan terhadap bahasa daerah, serta kedekatan dengan bahasa Al-Qur'an.
Dari pembahasan tersebut disepakati pengembangan pembiasaan bahasa secara bertahap. Hari Kamis diarahkan sebagai hari pembiasaan Bahasa Jawa Krama Inggil, sedangkan hari Jumat menjadi hari pembiasaan Bahasa Arab. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana namun konsisten untuk membangun budaya berbahasa di lingkungan madrasah.
Khusus pembiasaan Bahasa Jawa, guru diarahkan untuk memberikan penguatan kepada murid agar tetap memahami dan mempraktikkan unggah-ungguh serta solah bawa dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan Bahasa Jawa Krama Inggil kepada orang yang lebih tua menjadi salah satu bentuk penghormatan yang perlu terus dirawat di tengah perubahan zaman.
Pesan yang ingin dibangun bukan sekadar agar murid mampu mengucapkan bahasa dengan benar, tetapi agar mereka memahami nilai yang berada di balik bahasa tersebut. Ketika seorang murid belajar memilih kata yang lebih halus saat berbicara kepada guru atau orang yang lebih tua, sesungguhnya ia sedang belajar tentang sikap hormat, tata krama, dan bagaimana menempatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, pembiasaan Bahasa Arab diarahkan untuk semakin mendekatkan murid dengan bahasa yang mereka jumpai dalam Al-Qur'an. Bahasa Arab tidak hanya diperkenalkan sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai bahasa yang memiliki kedekatan dengan kehidupan keagamaan murid. Dengan pembiasaan sederhana, diharapkan tumbuh rasa akrab dan ketertarikan untuk mengenalnya lebih jauh.
Untuk tahap awal, guru Bahasa Jawa dan Bahasa Arab akan membantu menyiapkan kosakata serta kalimat-kalimat sederhana yang mudah digunakan dalam aktivitas madrasah. Pembiasaan akan dimulai dari ungkapan yang dekat dengan keseharian, seperti sapaan, ungkapan sederhana, hingga kalimat yang digunakan ketika meminta izin keluar kelas dan komunikasi ringan lainnya.
Guru Bahasa Arab Anna Rosiana, dan Taufiqurrohman, bersama guru Bahasa Jawa Umu Sya'adah, dan Rina Handayani, akan turut mengolah dan menyiapkan materi bahasa sederhana tersebut agar mudah dipraktikkan oleh murid maupun diintegrasikan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran.
Pengembangan pembiasaan ini menjadi bagian dari ikhtiar MTs Negeri 3 Banyumas untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengejar kecakapan akademik, tetapi juga membentuk murid yang mampu berkomunikasi dengan baik, mengenal akar budayanya, menghargai orang lain, serta memiliki kedekatan dengan nilai-nilai keislaman.
Sebab pada akhirnya, bahasa bukan hanya tentang apa yang diucapkan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menempatkan dirinya ketika berbicara. Bahasa Jawa mengajarkan kesantunan dan unggah-ungguh, Bahasa Arab mendekatkan pada bahasa Al-Qur'an, sementara Bahasa Inggris membuka jendela komunikasi yang lebih luas. Ketiganya diharapkan tumbuh bersama menjadi bagian dari karakter murid MTs Negeri 3 Banyumas.
HumasMTsN3
