HUT RI #81

Apel Pagi GTK MTsN 3 Banyumas: Temukan Bahagia dari Hal-Hal Sederhana

M
MTSN3 Banyumas
08 Okt 2026
9x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 08-10-2026 12:02
SHARE

Banyumas - Keluarga besar GTK MTs Negeri 3 Banyumas mengawali aktivitas dengan apel pagi yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Bertindak sebagai pimpinan apel, Ibni Ali Arifin, sementara Kepala Madrasah, Sudir, hadir sebagai pembina apel. Mengusung tema “Hidup Bahagia”, apel pagi kali ini menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari banyaknya hal yang dimiliki, tetapi dari cara seseorang menerima, menjalani, dan menyikapi kehidupan. Kamis (08/10)

Dalam amanatnya, Sudir menyampaikan lima cara untuk menjaga kebahagiaan dalam hidup. Pertama, jangan membenci siapa pun, karena kebencian hanya akan memenuhi hati dengan beban. Kedua, jangan membandingkan diri dengan orang lain, sebab setiap orang memiliki jalan, waktu, dan rezekinya masing-masing. Ketiga, jangan terlalu mengkhawatirkan masa lalu maupun masa depan, karena kehidupan yang benar-benar berada dalam genggaman adalah hari ini.

Selanjutnya, cara keempat adalah jangan mengharap balasan dari kebaikan yang telah diberikan. Kebaikan akan terasa lebih indah ketika dilakukan dengan ketulusan, bukan karena menunggu penghargaan atau balasan dari orang lain. Sementara yang kelima, jangan mengeluh tentang kesulitan yang sedang dilalui. Setiap kesulitan memiliki hikmah dan proses pembelajaran yang dapat menjadikan seseorang semakin kuat, matang, dan bijaksana dalam menjalani amanah kehidupan.

Pesan tersebut terasa begitu dekat dengan keseharian GTK madrasah yang senantiasa berhadapan dengan beragam tugas, tanggung jawab, dinamika, dan tantangan. Bahagia bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan mampu menghadapi masalah dengan hati yang lapang, tetap bersyukur atas apa yang dimiliki, serta terus memberikan yang terbaik dalam setiap amanah. Dari sanalah energi positif tumbuh dan kemudian menular menjadi suasana kerja yang lebih nyaman, harmonis, dan penuh keberkahan.

Usai apel, suasana hangat berlanjut melalui mushafahah, saling berjabat tangan antara bapak dengan bapak dan ibu dengan ibu. Sederhana, tetapi sarat makna. Tangan yang berjabat menjadi simbol saling memaafkan, mempererat persaudaraan, serta melebur sekat setelah menjalani rutinitas dan tanggung jawab masing-masing. Pagi itu, MTs Negeri 3 Banyumas kembali mengawali hari bukan hanya dengan barisan yang rapi, tetapi juga dengan hati yang ditata, silaturahmi yang dijaga, dan semangat untuk menjalani hari dengan bahagia serta penuh keberkahan.Humas MTs Negeri 3 Banyumas