HUT RI #81

Apel Pagi MTs Negeri 3 Banyumas: Disiplin Dibiasakan, Ikrar Pelajar Pancasila Diwujudkan

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas - keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas mengawali aktivitas madrasah melalui apel pagi yang diikuti oleh GTK dan seluruh murid. Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat sebagai bagian dari pembiasaan positif untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan seluruh warga madrasah dalam menjalankan aktivitas pembelajaran. Apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang bersama untuk menguatkan karakter dan menyampaikan pesan-pesan penting yang relevan dengan kehidupan murid di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah.Senin (28/09)

Bertindak sebagai pembina apel, Ery Kusnanto,  mengingatkan bahwa pelaksanaan apel secara rutin memiliki nilai penting dalam membangun budaya disiplin. Menurutnya, kedisiplinan tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Kehadiran tepat waktu, mengikuti kegiatan dengan tertib, mengenakan atribut sesuai ketentuan, serta menunjukkan sikap hormat selama apel merupakan bagian kecil dari proses pembentukan karakter yang nantinya akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, apel perlu dimaknai sebagai latihan bersama untuk menjadi pribadi yang lebih tertib, bertanggung jawab, dan menghargai aturan.

Dalam kesempatan tersebut, Ery Kusnanto juga menyoroti pentingnya Ikrar Pelajar Pancasila yang secara rutin diucapkan oleh murid. Ia menegaskan bahwa ikrar tidak boleh berhenti sebagai rangkaian kalimat yang diucapkan bersama setiap apel. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu benar-benar diinternalisasi dan diwujudkan melalui sikap serta perilaku murid. Semangat gotong royong, menghargai sesama, menjaga persatuan, bertanggung jawab, serta menunjukkan akhlak yang baik harus hadir dalam keseharian. Dengan demikian, ikrar yang terucap melalui lisan memiliki makna yang lebih kuat karena tercermin dalam tindakan nyata.

Pesan berikutnya berkaitan dengan penggunaan gadget atau smartphone yang semakin dekat dengan kehidupan murid.  Ery Kusnanto mengajak seluruh murid untuk berhati-hati dan waspada dalam memanfaatkan teknologi digital. Kemudahan berkomunikasi dan mengakses informasi harus diimbangi dengan kecerdasan dalam menjaga diri, sebab berbagai bentuk penipuan, pemerasan, maupun tindakan tidak bertanggung jawab di ruang digital dapat menyasar siapa saja, termasuk kalangan pelajar. Murid diingatkan agar tidak mudah percaya kepada orang yang dikenal melalui dunia maya, tidak sembarangan memberikan data pribadi, foto, kode, maupun informasi penting, serta segera bercerita kepada orang tua atau guru apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Penggunaan smartphone, lanjutnya, hendaknya ditempatkan sebagai sarana yang memberikan manfaat, bukan justru menjadi pintu masuk berbagai persoalan. Murid perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta memahami bahwa setiap aktivitas di ruang digital membutuhkan tanggung jawab. Bijak menggunakan smartphone berarti bijak menjaga diri. Waspada bukan berarti takut menggunakan teknologi, tetapi memahami risiko dan mampu mengambil keputusan yang tepat ketika berhadapan dengan berbagai situasi di dunia digital. Peran orang tua, guru, dan seluruh warga madrasah juga menjadi penting untuk bersama-sama membangun lingkungan digital yang aman bagi murid.

Apel pagi Senin ini pun menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter berlangsung melalui banyak hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dari disiplin mengikuti apel, menghayati Ikrar Pelajar Pancasila, hingga bijak menggunakan smartphone, semuanya merupakan bagian dari proses membentuk murid yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga matang dalam bersikap dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial. MTs Negeri 3 Banyumas terus menumbuhkan budaya positif agar setiap murid mampu menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, waspada, dan bijak menghadapi perkembangan zaman. (HumasMTsN3/tum)