Menjaga Harmoni Umat, KUA Jatilawang Gelar Penyuluhan Hak Sesama Muslim di Majelis Taklim Al Irsyad Wangon
Oleh KUA JATILAWANG
JATILAWANG — Suasana Majelis Taklim Al Irsyad Wagon tampak berbeda dari biasanya. Puluhan jamaah terlihat antusias dan khidmat mengikuti rangkaian acara pengajian rutin yang kali ini dikemas secara khusus melalui kegiatan penyuluhan keagamaan. Penyuluhan yang sarat akan nilai-nilai edukasi moral dan sosial ini menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Ahmad Muttaqin, seorang Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatilawang.
Dalam pemaparannya, Ahmad Muttaqin mengangkat tema sentral mengenai "Hak Sesama Muslim". Tema ini dipilih karena dinilai sangat krusial dalam merawat keharmonisan hidup bermasyarakat, khususnya di lingkungan majelis taklim dan warga sekitar.
Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai hak dan kewajiban antar-sesama mukmin bukan sekadar teori keagamaan, melainkan fondasi utama untuk menciptakan tatanan sosial yang damai, saling menghargai, dan terhindar dari perpecahan. Kegiatan mulia ini diselenggarakan berkat sinergi yang baik antara pihak penyuluh agama KUA Jatilawang dengan pengurus serta jamaah Majelis Taklim Al Irsyad Wagon.
Acara yang berlangsung pada akhir pekan ini dihadiri oleh berbagai kalangan usia, mulai dari ibu-ibu rumah tangga, tokoh masyarakat setempat, hingga para pemuda yang aktif memakmurkan majelis. Pelaksanaan penyuluhan ini berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari awal hingga akhir acara. Para jamaah tidak hanya mendengarkan ceramah satu arah, tetapi juga diajak berdiskusi secara interaktif mengenai realitas kehidupan sosial sehari-hari.
Ahmad Muttaqin menjelaskan secara rinci berbagai hak mendasar seorang muslim atas muslim lainnya berdasarkan tuntunan sunnah Rasulullah SAW. Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi kewajiban menjawab salam, menjenguk ketika sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan, hingga mendoakan ketika seseorang bersin.
Melalui penyuluhan ini, para jamaah Majelis Taklim Al Irsyad Wagon diingatkan kembali agar tidak mengabaikan hal-hal kecil yang memiliki dampak besar terhadap kerukunan ukhuwah islamiyah. Pihak KUA Jatilawang berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai upaya nyata membina mental spiritual umat serta memperkuat ketahanan sosial berbasis keagamaan di tingkat akar rumput.
Dengan berakhirnya sesi tanya jawab dan doa bersama, acara ditutup dalam suasana penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir. (tum)
