Tingkatkan Akuntabilitas dan Transparansi Publik, KUA Jatilawang Gelar Bimbingan Teknis Pembuatan Berita
Oleh KUA JATILAWANG
JATILAWANG — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatilawang terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas publikasi dan keterbukaan informasi publik terkait berbagai program keagamaan. Pada hari ini, KUA Jatilawang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) internal mengenai pembuatan dan pelaporan berita kegiatan instansi melalui aplikasi Sibawor Kemenag.
Kegiatan bimbingan teknis yang berlangsung secara privat dan intensif ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Rais Rudiansyah. Pelatihan ini ditujukan secara khusus kepada rekan kerjanya, Ahmad Muttaqin, guna memperkuat kapasitas kehumasan serta dokumentasi di lingkungan KUA Jatilawang.
Melalui bimbingan ini, Rais Rudiansyah menekankan betapa krusialnya penyusunan dan publikasi berita pada setiap agenda yang dilaksanakan oleh para penyuluh. Menurutnya, setiap kegiatan pelayanan dan edukasi keagamaan yang menyentuh masyarakat perlu ditransformasikan menjadi informasi publik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam sesi penyampaian materi, Rais merinci tata cara penyusunan berita yang komunikatif, menarik, serta tetap taat pada prinsip 5W + 1H. Langkah ini diambil agar warta yang disajikan tidak hanya informatif, tetapi juga mudah dipahami oleh lapisan masyarakat luas.
Selain teknik penulisan, Rais Rudiansyah juga mendampingi Ahmad Muttaqin secara teknis dalam mengoperasikan aplikasi Sibawor Kemenag. Pengenalan alur kerja aplikasi, mulai dari pengunggahan narasi hingga pengelolaan dokumentasi foto kegiatan, dijelaskan secara terstruktur dan sistematis.
Aplikasi Sibawor sendiri merupakan platform digital yang dirancang untuk mempermudah pelaporan serta memperluas jangkauan publikasi kerja para penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama. Melalui sistem ini, rekam jejak pengabdian kepada masyarakat dapat terdokumentasi secara terintegrasi dan rapi.
Penyelenggaraan bimtek internal ini dilatarbelakangi oleh tingginya mobilitas kegiatan penyuluhan di wilayah Jatilawang yang belum sepenuhnya terekspos ke publik secara optimal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas staf dan penyuluh dalam mengemas berita menjadi prioritas penting bagi instansi.
Selama kegiatan berlangsung, komunikasi dua arah yang interaktif tampak mewarnai proses pembelajaran antar-rekan kerja tersebut. Ahmad Muttaqin memanfaatkan momentum ini untuk berkonsultasi mengenai kendala teknis penulisan maupun pengunggahan laporan yang kerap dihadapi di lapangan.
Seluruh rangkaian bimbingan teknis pembuatan berita ini berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan produktif. Melalui pelatihan ini, KUA Jatilawang optimistis pelaporan kerja publik di lingkungan Kemenag dapat semakin cepat, akurat, dan transparan di masa mendatang.(tum)
