ASN KUA Hidupkan Pagi dengan Amaliyah Ramadhan dan Koordinasi Tarling
Oleh KUA kebasen
Banyumas – Memasuki pekan pertama bulan suci Ramadhan 1447 H, KUA Kebasen menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga ritme spiritualitas pegawainya. Bertempat di aula KUA, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) rutin menggelar kegiatan Amaliyah Ramadhan sesaat setelah melaksanakan absensi pagi, Selasa (24/02).
Kegiatan ini didesain bukan sekadar sebagai pengisi waktu luang, melainkan sebagai kawah candradimuka bagi para pegawai untuk meningkatkan keimanan sekaligus mengasah kompetensi teknis keagamaan.
Nuansa religius terasa kental saat rangkaian acara dimulai. Kegiatan diawali dengan tadarus bersama yang bertujuan untuk saling menyimak dan memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang bagi para ASN untuk berlatih memberikan siraman rohani secara bergantian.
Pada pertemuan kali ini, petugas yang terjadwal adalah:
-
Master of Ceremony (MC): Siti Fatimah, yang memandu jalannya acara dengan tertib.
-
Kultum (Siraman Rohani): Ani Munfaridah, yang memberikan pesan-pesan inspiratif terkait amalan di bulan puasa.
-
Kajian Kitab: Basarudin, yang membedah literatur keislaman sebagai sarana berbagi ilmu dan memperdalam pemahaman agama bagi seluruh staf.
Di penghujung acara, Kepala KUA Kebasen, Slamet Rijanto, memberikan arahan khusus mengenai agenda kedinasan dalam waktu dekat. Beliau menyampaikan poin penting terkait persiapan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Bupati Banyumas yang dijadwalkan akan berlangsung pada 5 Maret 2026 mendatang.
Kegiatan Tarling tingkat kabupaten tersebut rencananya dipusatkan di Leler, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen. Slamet Rijanto menekankan agar seluruh personel KUA Kebasen ikut berperan aktif dalam menyukseskan agenda tersebut, mengingat koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar kegiatan berjalan lancar dan berkesan bagi masyarakat.
Melalui rutinitas pagi ini, diharapkan para ASN KUA Kebasen memiliki mentalitas yang kuat dan hati yang jernih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Dengan diawali kajian dan doa, pelayanan kepada umat diharapkan menjadi lebih tulus dan profesional," pungkas laporan dari kontributor Sifa.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan instansi dan kelancaran program-program kerja selama bulan Ramadhan.
