Bertukar Tongkat Estafet, MAN 2 Banyumas dan MAN 2 Kebumen Sambut Energi Baru Kepemimpinan
Purwokerto (Humas) - Dua kepemimpinan madrasah resmi bertukar estafet. Aula MAN 2 Banyumas dipenuhi rasa haru sekaligus optimisme saat Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Madrasah dilangsungkan. Muhamad Siswanto, resmi menyerahkan amanah kepemimpinan MAN 2 Banyumas kepada Akhmad Taukhid. Kamis (15/10)
Momen ini menjadi peristiwa unik—sebuah rotasi silang di mana Siswanto melangkah untuk memimpin MAN 2 Kebumen, sementara Akhmad Taukhid kembali menakhodai MAN 2 Banyumas. Keduanya tak hanya berganti peran, tetapi juga kembali ke tanah kelahiran tugas masing-masing.
Hadir mendampingi prosesi tersebut, Kepala Kankemenag Kebumen, Anif Solikhin dan Kepala Kankemenag Banyumas, Ibnu Asaduddin. Anif Solikhin memberikan penghormatan tulus atas rekam jejak Akhmad Taukhid di Kebumen. Mendoakan agar setiap jejak karya dan karya bakti yang telah ditanamkan menjadi amal jariyah yang tak putus-putus.
Atmosfer acara semakin bergelora saat Kakankemenag Banyumas, Ibnu Asaduddin, memberikan amanatnya.
Mengutip kalimat bijak "Kemarin adalah sejarah dan ke depan adalah misteri", Ibnu menyuntikkan pesan moral yang mendalam. Ia bahkan menyelipkan filosofi pantang menyerah ala Mars Slankers untuk menegaskan bahwa keberhasilan madrasah membutuhkan kerja keras, kreativitas tanpa batas, serta daya juang tinggi.
"Capaian prestasi madrasah tidak pernah lahir dari kebetulan," tegas Ibnu. Rotasi ini dipandang sebagai momentum emas untuk memperkuat tim dan membangun kolaborasi bersama. Sebab pada akhirnya, kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi warga madrasah menuju puncak kejayaan baru. (Mufi)
