Goresan Pena Penjaga Ikatan: Dedikasi Staf KUA
Oleh KUA SUMPIUH
Sumpiuh - Pagi itu, suasana di KUA Sumpiuh tampak tenang namun produktif. Di salah satu sudut meja yang tertata rapi, Solehun, seorang staf senior yang dikenal ramah, sedang fokus pada tugasnya. Di hadapannya bukan hanya sekadar tumpukan kertas, melainkan berkas-berkas harapan dari para calon mempelai yang hendak mengikat janji suci. Senin (11/05)
Dengan penuh ketelitian, jemari Solehun menggoreskan pena di atas buku pendaftaran manual. Meskipun era digital telah merambah, pencatatan manual tetap menjadi "saksi bisu" sekaligus arsip autentik yang sangat berharga bagi instansi tersebut. Ia memeriksa setiap kolom dengan seksama: nama calon pengantin, wali nikah, hingga mahar yang akan diberikan.
"Administrasi pernikahan bukan sekadar prosedur formalitas, ini adalah pencatatan sejarah hidup seseorang," ujarnya singkat sambil tersenyum tipis.
Bagi warga Sumpiuh yang datang, kehadiran Solehun memberikan rasa tenang. Ia melayani setiap warga dengan bahasa yang santun dan penjelasan yang mudah dimengerti. Di tengah suara ketikan komputer dari meja lain, suara goresan pena Pak Solehun seolah menjadi detak jantung pelayanan di KUA tersebut—sebuah dedikasi tulus untuk memastikan setiap ikatan warga tercatat dengan sempurna dan sah secara negara.
