Hikmah Surat Al-Humazah, Jaga Lisan dan Hati
Oleh KUA Sokaraja
Banyumas — Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, M.Fikih, memberikan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Baiturrohmah, Desa Kalikidang, Kegiatan tersebut mengangkat materi “Pelajaran yang Diambil dari Surat Al-Humazah”, sebuah pembahasan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga lisan, sikap, dan hubungan sosial di tengah masyarakat. Selasa (29/09)
Dalam penyampaiannya, M.Fikih, mengajak jamaah untuk memahami pesan utama Surat Al-Humazah, terutama larangan mencela, mencela dengan isyarat, merendahkan orang lain, serta membangun kebiasaan mencari-cari kekurangan sesama.
Menurutnya, Surat Al-Humazah memberikan peringatan bahwa harta, kedudukan, dan kebanggaan dunia tidak boleh membuat seseorang merendahkan orang lain. Harta yang dimiliki hendaknya menjadi sarana untuk berbuat kebaikan, bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada sesama.
“Jangan sampai lisan kita menjadi sumber luka bagi orang lain. Karena terkadang satu kalimat yang kita anggap biasa, bisa menjadi beban yang sangat berat bagi hati orang lain,” pesan M.Fikih kepada jamaah.
Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan muhasabah, yaitu mengevaluasi diri sebelum menilai orang lain. Setiap Muslim hendaknya membiasakan berkata baik, menjaga kehormatan sesama, serta menghindari ghibah, celaan, ejekan, dan sikap meremehkan.
Bimluh tersebut tidak hanya diarahkan pada pemahaman ayat, tetapi juga bagaimana kandungan Surat Al-Humazah dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Jamaah diajak membangun budaya “tabayyun sebelum berkomentar, berpikir sebelum berbicara, dan introspeksi sebelum menyalahkan.”
Dengan demikian, majelis taklim diharapkan tidak hanya menjadi tempat menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk akhlak dan mempererat ukhuwah. Kegiatan Bimluh berlangsung dalam suasana hangat, interaktif, dan penuh kekeluargaan. Jamaah mengikuti materi dengan antusias hingga kegiatan berakhir pada pukul 17.30 WIB.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah MT Baiturrohmah semakin memahami bahwa kemuliaan seorang Muslim bukan terletak pada banyaknya harta atau tingginya kedudukan, tetapi pada keimanan dan akhlak mulia yang tercermin dalam tutur kata serta perilakunya.
“Mari kita jadikan Surat Al-Humazah sebagai cermin: sebelum menunjuk kekurangan orang lain, mari kita periksa diri sendiri. Sebab lisan yang terjaga adalah tanda hati yang terpelihara.” (tum)
