HUT RI #81

Ikuti Bimwin di KUA Baturraden, Catin Berharap Pernikahan Ketiga Jadi Pelabuhan Terakhir

Oleh KUA baturraden
SHARE

Baturraden — Setiap perjalanan kehidupan memiliki cerita dan pelajaran yang berbeda. Bagi seorang calon pengantin (catin) yang akan memasuki perkawinan untuk ketiga kalinya, kesempatan kali ini menjadi momentum untuk menata kembali kehidupan dan membangun rumah tangga yang lebih matang. Jumat (18/09)

Catin tersebut mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Baturraden. Kegiatan Bimwin diberikan oleh Akhmad Arifudin, Penghulu KUA Baturraden.

Bimwin menjadi ruang pembekalan bagi calon pengantin untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Tidak hanya berkaitan dengan kesiapan administratif, calon pengantin juga diajak memahami bahwa perkawinan membutuhkan komitmen, komunikasi, kesabaran, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi berbagai dinamika kehidupan bersama.

Bagi catin yang akan menjalani perkawinan untuk ketiga kalinya, Bimwin kali ini diharapkan menjadi momentum refleksi untuk mengambil hikmah dari perjalanan sebelumnya. Pengalaman yang telah dilalui dapat menjadi bekal untuk membangun hubungan yang lebih dewasa, saling menghargai, dan berorientasi pada penyelesaian masalah secara bersama-sama.

Harapan yang sederhana namun penuh makna pun mengiringi langkahnya: semoga perkawinan kali ini menjadi perkawinan yang terakhir, sekaligus menjadi awal perjalanan baru untuk membangun keluarga yang tenteram, penuh kasih sayang, dan saling menguatkan.

Dalam bimbingan tersebut, calon pengantin diberikan pemahaman bahwa membangun rumah tangga bukan berarti terbebas dari persoalan. Setiap pasangan akan menghadapi dinamika dan tantangan. Karena itu, suami dan istri perlu menempatkan diri sebagai satu tim yang saling melengkapi, bukan saling menyalahkan ketika menghadapi persoalan.

Kehidupan rumah tangga ibarat bahtera yang mengarungi lautan. Ada saat ketika perjalanan terasa tenang, tetapi tidak menutup kemungkinan datang gelombang dan badai. Ketika hal tersebut terjadi, kekuatan bahtera bukan hanya terletak pada satu orang, melainkan pada kemampuan seluruh awaknya untuk bekerja sama menjaga arah perjalanan.

Melalui Bimwin, KUA Baturraden berupaya memberikan bekal kepada calon pengantin agar lebih siap secara pengetahuan dan mental dalam menjalani kehidupan setelah pernikahan. Pembekalan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Pada akhirnya, setiap pernikahan membawa harapan tentang kehidupan yang lebih baik. Bagi catin tersebut, perkawinan ketiga bukan sekadar mengulang sebuah perjalanan, melainkan kesempatan untuk membuka lembaran baru dengan pengalaman yang lebih matang, komitmen yang lebih kuat, dan harapan untuk menemukan pelabuhan terakhir dalam keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. ( Elfa)