HUT RI #81

Lapas IIA Purwokerto Laksanakan Shalat Istisqa, Warga Lapas Bersatu dalam Doa Memohon Turunnya Hujan

Oleh KUA Sokaraja
SHARE

Purwokerto — Di tengah penantian turunnya hujan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto menggelar Salat Istisqa bersama seluruh warga Muslim Lapas. Bertempat di Masjid At-Taubah, kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi momentum bagi jajaran petugas serta warga binaan untuk bersama-sama bermunajat memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT. Jumat (18/09)

Salat Istisqa tersebut diikuti oleh Kepala Lapas IIA Purwokerto, jajaran pejabat struktural/eselon, karyawan, serta warga binaan pemasyarakatan. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, K. Akhmad Arifudin, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, menyampaikan khutbah yang mengajak jamaah memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri, memperbaiki amal, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam khutbahnya, K. Akhmad Arifudin mengingatkan bahwa Salat Istisqa bukan sekadar ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga sarana muhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.” (QS. Nuh: 10–11)

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dalam setiap keadaan, manusia perlu mengedepankan doa sekaligus memperbaiki diri. Kekeringan dan keterbatasan air menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa kehidupan manusia sangat bergantung pada rahmat dan karunia Allah SWT.

Kepala Lapas IIA Purwokerto menyampaikan bahwa kegiatan Salat Istisqa diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan kepedulian di lingkungan Lapas.

“Salat Istisqa ini menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kita berikhtiar dan berdoa bersama, semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi seluruh masyarakat,” ujar Kepala Lapas.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan keagamaan sebagai bagian dari proses membangun karakter warga binaan.

"Kami berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh warga binaan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Suasana khusyuk terasa ketika seluruh jamaah mengikuti rangkaian Salat Istisqa hingga doa bersama. Dalam kesederhanaan Masjid At-Taubah, seluruh jamaah menyatukan harapan agar Allah SWT memberikan hujan yang bermanfaat serta keberkahan bagi bumi dan seluruh makhluk-Nya.

Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kepribadian dan kerohanian di Lapas IIA Purwokerto. Melalui pembinaan agama, warga binaan diarahkan untuk membangun kesadaran spiritual, meningkatkan ketakwaan, serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan positif.

Allah SWT juga mengingatkan: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)

Ayat tersebut menjadi motivasi bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada ruang untuk berharap dan memperbaiki diri. Sebagaimana bumi menanti turunnya hujan, manusia pun senantiasa membutuhkan rahmat Allah SWT dalam menjalani kehidupan.

Salat Istisqa di Lapas IIA Purwokerto akhirnya bukan hanya tentang memohon turunnya air dari langit, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran untuk menghadirkan “hujan” kebaikan dalam diri: memperbanyak doa, memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan menebarkan kepedulian.

Dengan doa yang dipanjatkan bersama, seluruh warga Muslim Lapas IIA Purwokerto berharap hujan segera turun sebagai rahmat, keberkahan, dan kemanfaatan bagi seluruh kehidupan.