Informatif dan Motivatif-nya Penyuluh Agama bersama Takmir Masjid
Oleh penyuluh
Baturraden, 12 Februari 2022 – Penyuluh Agama Islam bersama masyarakat mewujudkan revolusi Takmir Masjid. Menciptakan suasana organisasi takmir yang dinamis dan memiliki semangat jihad yang lebih kuat.
Masjid Baiturrohman Desa Purwosari RT 01 RW 03 Kecamatan Baturraden telah melaksanakan reorganisasi. Memilih Pimpinan baru, karena yang lama telah habis masa jabatannya. Demi jalannya roda organisasi yang efektif, maka diperlukan formasi dalam bentuk seksi-seksi yang membidangi hal-hal tertentu.
Sunarto, Sekretaris Takmir Masjid, berkonsultasi via telepon dengan Penyuluh Agama Islam di Desanya tentang seksi-seksi apa saja yang dibutuhkan dalam kepengurusan takmir masjid. Setelah mendapatkan jawaban, beliau pun langsung meminta Penyuluh Agama tersebut untuk sekalian memberikan penjelasan dalam rapat pembentukan pengurus.
“Ya ngesuk tulung sisan dijelasna ya? Ngesuk wengi pembentukane,” pinta Narto melalui telepon kepada Fathurrochman, Penyuluh Agama Islam Desa Purwosari.
Sabtu Malam, berbekal Surat Keputusan Dirjen BIMAS Islam Nomor DJ.II/802 Tahun 2014 tentang Standar Pembinaan Manajemen Masjid, Fathurrochman menjelaskan kriteria Masjid Jami’ lengkap dengan tugas seksi-seksinya yang meliputi Idaroh, Imaroh, dan Riayah-nya.
Dibuka dengan sapaan akrab supaya penyuluhan berjalan santai, didahului penjelasan fungsi penyuluh agama, sedikit pengenalan tipologi masjid, serta candaan-candaan seputar masjid agar hadirin tidak mengantuk.
“Jadi tidak ada maksud menggurui, hanya memberikan informasi dari Kementerian Agama saja. Kan salah satu fungsi penyuluh itu Informatif, memberikan informasi kepada masyarakat,” ungkap Fathur.
Kalimat tersebut diungkapkannya kepada masyarakat sebagai pembuka kata dengan harapan hal-hal yang disampaikannya dapat diterima oleh masyarakat. Mengingat yang menjadi sasaran penyuluhan adalah masyarakat kasepuhan.
“Ketua, Sekretaris, dan Bendahara di sini bertindak sebagai pimpinan. Sedangkan teknisnya dibantu oleh seksi-seksi yang teridiri dari Idaroh, yakni pengelolaan, Imaroh atau kegiatan kemakmuran masjid, dan Riayah, yaitu pemeliharaan fisik masjid berikut dengan fasilitasnya,” terang Penyuluh Agama.
Setelah dijelaskan, Ketua Takmir Masjid Baiturrohman pun langsung memimpin acara menentukan nama-nama yang akan menjabat di seksi-seksi tersebut. Terkadang menawarkan beberapa nama kepada hadirin untuk menempati posisi tertentu, terkadang juga menerima dari usulan-usulan yang ada.
“Pak Wasirin dimasukkan jadi Seksi Imaroh ya? Setuju, lur? Yang muda-muda dong,” kata Ketua Takmir Masjid Baiturrohman yang namanya juga sama dengan penyuluhnya, Fathurrohman.
Musyawarah berlangsung hangat, akrab, dan ceria sebab selalu ada canda tawa khas orang desa. Kebanyakan yang hadir masuk menjadi pengurus. Dan ada beberapa yang menolak karena alasan usia dan memberikan kesempatan kepada yang muda-muda.
Di akhir acara, penyuluh kembali menjalankan fungsinya, motivatif, yaitu memberikan dorongan semangat kepada pengurus-pengurus takmir yang baru supaya selalu istiqomah dan ikhlas dalam melaksanakan tugas ini. Karena menjadi takmir juga salah satu bentuk jihad di jalan Allah.
“Saya ucapkan selamat bertugas, mengemban amanah ini. Tetap semangat, istiqomah dari awal hingga akhir. Dan yang paling penting ikhlas. Jangan ada kepentingan apapun. Murni untuk mencari ridho Allah. Semangat! Ini juga jihad,” ucapnya dengan lantang.
“Kita juga harus bersikap moderat. Tetap menerima masukan-masukan dari jamaah. Mengutamakan musyawarah. Sehingga semuanya merasa nyaman, betah dan senang saat datang ke masjid,” pungkasnya. (MasFath)
