HUT RI #81

Jumat Berkah, Dhuha Kuatkan Langkah Murid MTsN 3 Banyumas Jaga Diri di Tengah Godaan Zaman

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas — Jumat pagi di MTs Negeri 3 Banyumas kembali menjadi ruang untuk menata hati sekaligus menguatkan karakter murid. Sebelum memasuki waktu istirahat pagi, tepat pukul 09.20 WIB, murid kelas 9 melaksanakan salat Dhuha sebagai bagian dari pembiasaan rutin pembentukan karakter yang telah terjadwal setiap Jumat dan Sabtu. Dalam suasana yang tenang dan khidmat, para murid mengambil jeda dari aktivitas pembelajaran untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., sekaligus mengingat kembali bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berbicara tentang pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut membentuk sikap, akhlak, dan pilihan hidup. Jumat (11/09)

Salat Dhuha menjadi salah satu ikhtiar madrasah dalam menanamkan kebiasaan baik melalui praktik sederhana yang dilakukan secara konsisten. Setelah salat selesai, doa dipimpin oleh salah seorang murid, menghadirkan suasana reflektif yang mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjalankan ibadah sebagai rutinitas, tetapi juga memahami makna di baliknya.

Dari sajadah yang terbentang, murid diajak menyadari bahwa menjaga hubungan dengan Allah merupakan salah satu kekuatan penting dalam menjaga diri ketika berhadapan dengan berbagai tantangan kehidupan. Kebiasaan beribadah yang ditanamkan sejak bangku madrasah diharapkan menjadi bekal yang tetap melekat ketika mereka kelak melanjutkan pendidikan dan memasuki lingkungan pergaulan yang semakin luas.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan pitutur dari Waka Kesiswaan MTs Negeri 3 Banyumas, Ibni Ali Arifin, S.Pd.I. Ia mengingatkan para murid agar senantiasa menjaga dan mendirikan salat dengan sempurna, bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menjadikannya sebagai benteng dalam kehidupan. Menurutnya, anak-anak seusia mereka sedang berada pada fase penting dalam pembentukan jati diri. Karena itu, kemampuan menjaga diri dalam pergaulan menjadi hal yang sangat penting. Murid juga diajak untuk lebih bijak menggunakan waktu dengan tidak membiarkannya habis dalam aktivitas yang sia-sia, terlebih pada hal-hal yang tidak memberikan manfaat dan bahkan dapat menyerempet pada tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah berbagai tantangan yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini. Balap liar, kecanduan game, judi online (judol), penggunaan telepon genggam secara berlebihan, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja dapat bermula dari kebiasaan kecil yang dibiarkan tanpa kontrol. Ketika waktu luang tidak diarahkan pada kegiatan positif, ketika pergaulan tidak dijaga, dan ketika penggunaan teknologi tidak dikendalikan, peluang munculnya persoalan semakin besar. Karena itu, murid tidak cukup hanya diberi larangan, tetapi perlu dibekali kesadaran untuk mampu berkata tidak terhadap ajakan yang merugikan. Salat, disiplin, memilih teman yang baik, mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, serta menggunakan teknologi secara bijak menjadi bagian dari ikhtiar sederhana untuk menjaga masa depan.

Jumat Berkah di MTs Negeri 3 Banyumas pun menjadi pengingat bahwa menjadi murid hebat bukan hanya tentang prestasi yang terlihat, tetapi juga tentang kemampuan menjaga diri ketika tidak ada yang melihat. Dhuha yang dilaksanakan pagi itu menjadi simbol bahwa langkah besar dalam kehidupan sering kali dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan istiqamah. Madrasah terus berupaya menghadirkan ruang pendidikan yang menumbuhkan murid agar bertakwa, berakhlak, kreatif, terampil, dan mampu mengambil keputusan yang benar di tengah derasnya tantangan zaman. Sebab, di balik setiap doa yang dilantunkan dan setiap nasihat yang disampaikan, ada harapan besar agar para murid tumbuh menjadi generasi yang bukan hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga kuat menjaga iman, kehormatan, waktu, dan masa depannya. (HumasMTsN3)