Jumat Mulia Awal Ramadhan, GTK MTs Negeri 3 Banyumas Awali Hari dengan Doa dan Mujahadah

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas — Suasana pagi yang penuh kekhusyukan menyelimuti MTs Negeri 3 Banyumas dalam rutinitas Jumat pagi GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan). Di awal bulan suci Ramadhan, kegiatan diawali dengan doa bersama dalam nuansa “Jumat Mulia” yang sarat makna spiritual. Momentum ini menjadi pembuka aktivitas dengan memperkuat niat, membersihkan hati, dan meneguhkan komitmen untuk menjalankan amanah pendidikan sebagai ladang ibadah. Jumat (20/02)

Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, yakni Surat Al-Kautsar, Surat Al-Waqiah, serta Surat Al-Insyirah yang dibaca sebanyak tiga kali sebagai bentuk riyadhah diri dan mujahadah bersama. Lantunan ayat-ayat suci menggema dengan penuh penghayatan, menghadirkan ketenangan jiwa dan kekuatan spiritual. Surat Al-Kautsar mengingatkan tentang limpahan nikmat Allah, Al-Waqiah menjadi wasilah memohon rezeki yang halal dan barokah, sementara Al-Insyirah menanamkan keyakinan bahwa di setiap kesulitan selalu ada kemudahan.

Doa dan mujahadah dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, H. Sudir, dengan penuh keteduhan dan penghayatan. Dalam munajatnya, beliau mengajak seluruh GTK untuk meluruskan niat, memperkuat keikhlasan, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan kualitas diri. Permohonan dipanjatkan agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang halal dan penuh keberkahan, kesehatan lahir batin, kelapangan hati, serta kebahagiaan dan keberuntungan di dunia maupun di akhirat.

Kebersamaan dalam doa ini menjadi penguat ukhuwah dan solidaritas antar pendidik. Awal Ramadhan dimaknai bukan hanya sebagai awal ibadah puasa, tetapi juga sebagai titik tolak pembenahan diri dan peningkatan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Semangat mujahadah yang dibangun bersama diharapkan mampu menghadirkan energi positif dalam setiap aktivitas pembelajaran dan pelayanan kepada peserta didik.

Melalui rutinitas Jumat Mulia ini, MTs Negeri 3 Banyumas terus meneguhkan komitmennya membangun budaya madrasah yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan. Doa, riyadhah, dan mujahadah bersama menjadi fondasi spiritual dalam menjemput rahmat Ramadhan, sehingga setiap langkah pengabdian senantiasa bernilai ibadah dan mendapatkan keridhaan Allah SWT.(HumasMTsN3).