Kemenag Sosialisasikan POS UM

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto : Kepala Kantor Kemenag Banyumas Drs.H.Akhsin Aedi,M.Ag didampingi Kasi Pendma Edi Sungkowo,M.Pd,  ketua KKM MTs Kabupaten Banyumas Sudir,S.Ag, M.Pd.I, dan pengawas Madrasah Dra. Nurul Irhami membuka dan memberikan arahan dalam acara Sosialisasi Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022  yang diadakan oleh KKM MTs Kabupaten Banyumas bagi Kepala Madrasah dan Waka Kurikulum , bertempat di D Garden Resto Purwokerto, Selasa (08/02) .

Pelaksanaan sosialisasi UM bertujuan untuk  mengukur capaian kompetensi  peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan pada akhir jenjang pendidikan. Dengan diadakannya UM sebagai syarat kelulusan kita bisa mengetahui pencapaian dalam perkembangan peserta didik, kegiatan UM juga merupakan media yang baik dalam menyalurkan umpan balik untuk perbaikan proses belajar-mengajar.

Sudir dalam sambutannya berharap acara sosialisasi POS UM ini berkah dan bermanfaat, sehingga pelaksanaan ujian madrasah khususnya MTs  dapat berjalan dengan lancar sampai ke akhir pelaporan tidak ada halangan.

 “ Jelang menghadapi ujian madrasah , saya mohon bimbingan dan arahannya pada Bapak Kakan  dan doa semoga kita semua yang diberi amanah mengelola madrasah tetap diberi kekuatan lahir dan batin serta dipercaya masyarakat.  Madrasah yang kita kelola bisa menjadi madrasah yang berkarya, diberi nikmat Allah, mandiri dan berprestasi. ” ujar Sudir.

Ditempat yang sama Akhsin Aedi dalam arahannya menyampaikan dalam kondisi dimasa pandemi covid-19 saat ini, pelaksanaan UM dapat dilakukan secara langsung ataupun melalui daring.

" Berbagai bentuk ujian tersebut dapat dipilih salah satu  atau gabungan beberapa bentuk. Prinsip utama pemilihan  bentuk ujian disesuaikan secara proporsional berdasarkan  kebutuhan pengukuran kompetensi pada setiap mata  pelajaran yang akan diujikan."  tutur Akhsin Aedi .

" Pelaksanaan tersebut dapat berupa portofolio,  penugasan, praktek, tes tertulis, dan/atau bentuk lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. " tuturnya lebih lanjut.

Dalam kesempatan yang sama Akhsin Aedi juga mmenyampaikan 7 program prioritas menteri agama RI yaitu Penguatan moderasi beragama , Transformasi digital, Revitalisasi KUA , Cyber Islamic University (CIU) , Kemandirian Pesantren Tahun Toleransi 2022 , Religiosity Index (RI)

 “ Terkait dengan penguatan  moderasi beragama ada empat  indikator utama moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, anti kekerasan,  toleransi, dan menghargai kearifan lokal (local wisdom)."

" Ada lima langkah yang telah dan akan dilakukan yaitu Penguatan cara pandang, sikap, dan praktik beragama jalan tengah , Penguatan harmonisasi dan kerukunan umat beragama,  Penyelarasan relasi agama dan budaya, Peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama , Pengembangan ekonomi dan sumber daya keagamaan." jelasnya .

Sementara itu Kasi Pendma Edi Sungkowo dalam penjelasan secara teknis pelaksanaan ujian madrasah didepan kepala MTs dan Waka Kurikulum menyampaikan bahwa validasi data peserta UM pada Aplikasi PDUM  mulai tanggal 21 Februari 2022.

" Pendataan peserta UM dilakukan oleh satuan pendidikan melalui  Aplikasi PDUM Kementerian Agama. Data peserta UM berdasarkan data siswa kelas akhir pada pangkalan  data EMIS.  Data peserta UM pada Aplikasi PDUM akan digunakan sebagai dasar  penerbitan ijazah madrasah. " paparnya. (tum)