Masjid Saka Tunggal Cikakak Perkuat Pemahaman Sejarah Keislaman Lokal

Oleh KUA Wangon
SHARE

 

Banyumas – Penyuluh Agama Islam melaksanakan kunjungan ke Masjid Saka Tunggal di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap sejarah perkembangan Islam di tingkat lokal. Kunjungan tersebut juga menjadi sarana untuk mengenal lebih dekat warisan budaya dan tradisi keagamaan yang masih terjaga hingga saat ini. Jumat (19/06)

Masjid Saka Tunggal dikenal sebagai salah satu masjid bersejarah di Banyumas yang memiliki ciri khas berupa satu tiang utama penyangga bangunan. Keunikan arsitektur serta nilai sejarah yang terkandung di dalamnya menjadikan masjid ini sebagai salah satu simbol perjalanan dakwah Islam dan akulturasi budaya di wilayah Banyumas.

Dalam kesempatan tersebut, penyuluh mengamati berbagai peninggalan sejarah dan berdialog dengan pengurus serta tokoh masyarakat setempat mengenai sejarah masjid dan tradisi yang berkembang di lingkungan masyarakat Aboge. Dialog berlangsung hangat dan memberikan wawasan mengenai pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari identitas budaya dan keagamaan masyarakat.

Penyuluh Agama Islam, Joharulloh, menyampaikan bahwa kunjungan ke situs-situs bersejarah memiliki nilai edukatif yang penting bagi penguatan wawasan keislaman. “Masjid Saka Tunggal bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi bukti perjalanan panjang dakwah Islam di Banyumas. Melalui kunjungan ini, kita dapat memahami bagaimana nilai-nilai Islam berkembang secara damai dan berdampingan dengan budaya lokal yang ada,” ujarnya.

Joharulloh berharap keberadaan Masjid Saka Tunggal terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan sejarah yang bernilai tinggi bagi generasi mendatang. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah lokal dapat memperkuat rasa memiliki terhadap budaya bangsa sekaligus menumbuhkan semangat untuk menjaga kerukunan, persatuan, dan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. (jhr)