Membumikan Al-Quran, Benuk Peradaban: Pesan Penting Khutbah Jumat
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas – Al-Qur'an diturunkan bukan sekadar untuk dibaca atau dijadikan hiasan di dalam rumah, melainkan harus dibumikan dalam kehidupan nyata agar mampu menjadi pedoman berpikir, berbicara, bekerja, bermasyarakat, dan membangun peradaban yang bermartabat. Jumat (11/09)
Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat yang menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur'an sebagai penuntun utama dalam setiap lini kehidupan manusia.
Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan kembali firman Allah Swt. dalam QS. Al-Isra’ ayat 9, yang artinya: "Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus." Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an memberikan arah kehidupan yang benar.
Ketika nilai-nilai Al-Qur'an hadir di tengah keluarga, maka akan lahirlah keluarga yang penuh kasih sayang. Begitu pula ketika nilai suci tersebut diterapkan dalam dunia kerja, akan memunculkan integritas berupa kejujuran dan sifat amanah. Sementara dalam kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai Al-Qur'an akan menumbuhkan keadilan, persaudaraan, kepedulian, dan kedamaian.
Selain itu, diingatkan pula hadis Rasulullah Saw. riwayat Bukhari, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya."
Jamaah salat Jumat diingatkan bahwa membumikan Al-Qur’an berarti mengubah bacaan menjadi tindakan nyata dan mengubah pengetahuan menjadi peradaban. Jangan sampai lisan seseorang fasih membaca ayat-ayat suci, namun perilakunya justru jauh dari nilai-nilai luhur yang dikandungnya.
Sebagai langkah awal, pengamalan Al-Qur’an dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian: bersikap jujur dalam bekerja, menghormati orang tua, mendidik anak dengan nilai-nilai agama, menjaga lisan, gemar membantu sesama, menegakkan keadilan, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Jika nilai-nilai luhur tersebut tumbuh dan mengakar pada diri setiap Muslim, maka Al-Qur'an tidak hanya akan terdengar di dalam masjid dan majelis taklim, tetapi benar-benar terlihat serta dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sanalah peradaban Islam yang berakhlak mulia dan bermartabat akan lahir dengan kokoh.
Khutbah Jumat ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah Swt. agar Al-Qur’an senantiasa dijadikan sebagai penyejuk hati, cahaya kehidupan, serta petunjuk bagi keluarga dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kecintaan yang mendalam untuk terus membaca, memahami, mengamalkan, dan mengajarkannya kepada generasi berikutnya.
