Optimalisasi Program Mustahik Produktif, Penyuluh KUA Purwokerto Barat Ikuti Pembekalan Pendamping Mustahik
Oleh KUA Purwokerto Barat
Banyumas — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Barat, Khanifudin, mengikuti kegiatan pembekalan bagi 101 Pendamping Mustahik dalam rangka optimalisasi program Mustahik Produktif Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah. Rabu (02/09)
Kegiatan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah tersebut berlangsung di Aston Purwokerto Hotel & Convention Center. Pembekalan diikuti oleh para Pendamping Mustahik yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pekalongan, serta Kota Pekalongan.
Program pembekalan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kapasitas para Pendamping Mustahik agar mampu mendampingi penerima manfaat secara optimal. Pendampingan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong mustahik agar dapat berkembang secara mandiri dan produktif melalui program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah.
Kehadiran Khanifudin sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Barat menjadi bagian dari sinergi antara Kementerian Agama dan BAZNAS dalam mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat. Peran pendamping dinilai penting dalam memastikan program Mustahik Produktif dapat berjalan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan penerima manfaat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, yang sekaligus memberikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, kehadiran para pendamping diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan dan pendayagunaan zakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Melalui pembekalan tersebut, para Pendamping Mustahik diharapkan memiliki pemahaman dan kemampuan yang semakin baik dalam melaksanakan tugas pendampingan, sekaligus menjadi penggerak kemandirian ekonomi mustahik di wilayah masing-masing.
Optimalisasi program Mustahik Produktif BAZNAS Provinsi Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi umat, sehingga mustahik tidak selamanya berada pada posisi penerima bantuan, tetapi secara bertahap mampu meningkatkan taraf hidup dan menjadi masyarakat yang mandiri. (is)
