Penyuluh Agama dan Kelompok Tani Perkuat Ketahanan Pertanian melalui Dukungan Irigasi Menghadapi Perubahan Musim
Sokaraja — Penyuluh Agama Islam bersama kelompok tani terus mendorong penguatan ketahanan pertanian dalam menghadapi perubahan musim, khususnya musim kemarau dan persiapan memasuki musim hujan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan dukungan dan sarana irigasi untuk menunjang kebutuhan air bagi lahan pertanian.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari bimbingan penyuluhan yang dilaksanakan bersama kelompok tani sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan petani dan ketahanan pangan masyarakat. Dalam kegiatan ini, Penyuluh Agama tidak hanya memberikan pendampingan dari sisi keagamaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian dan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan serta sumber daya air.
Dalam menghadapi musim kemarau, ketersediaan air menjadi salah satu tantangan utama bagi para petani. Oleh karena itu, keberadaan sarana irigasi sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian. Sementara itu, memasuki musim hujan, kelompok tani juga diharapkan dapat melakukan persiapan agar saluran irigasi tetap berfungsi dengan baik dan mampu mengantisipasi kelebihan debit air.
Penyuluh Agama mengajak kelompok tani untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas irigasi secara bersama-sama dengan penuh tanggung jawab. Pemeliharaan saluran air, kebersihan lingkungan, serta semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sistem pengairan pertanian.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan para petani. Menjaga alam dan mengelola sumber daya air secara bijaksana merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dengan demikian, kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan.
Melalui sinergi antara Penyuluh Agama dan kelompok tani, diharapkan ketahanan pertanian dapat semakin kuat dalam menghadapi perubahan musim. Dukungan irigasi yang dikelola dengan baik, disertai kepedulian terhadap lingkungan dan semangat kebersamaan, diharapkan mampu membantu petani menghadapi tantangan musim kemarau sekaligus mempersiapkan diri menyambut musim hujan.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata bahwa penyuluhan agama dapat bersinergi dengan berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk bidang pertanian, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang religius, mandiri, peduli lingkungan, dan memiliki ketahanan pangan yang lebih baik.
