Penyuluh Agama Islam Kobarkan Semangat Berorganisasi kepada 300-an Fatayat NU
Oleh KUA Sokaraja
BANYUMAS, 28 September 2026 — Semangat berorganisasi dan berkhidmah di tengah masyarakat terus digelorakan kepada kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Hal tersebut disampaikan oleh M.Fikih, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, dalam kegiatan Pengajian Rutin Minggu Paing yang diikuti sekitar 300-an anggota Fatayat NU.
Dalam pengajian tersebut, M.Fikih mengangkat tema “Meneguhkan Khidmah Fatayat NU, Menguatkan Perempuan, Membangun Peradaban.” Tema ini menjadi pengingat bahwa keberadaan Fatayat NU bukan hanya sebagai wadah silaturahmi dan pengajian, tetapi juga sebagai ruang pengabdian, pemberdayaan, pendidikan, serta penguatan peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.
M.Fikih menyampaikan bahwa berorganisasi merupakan salah satu bentuk khidmah apabila dilandasi niat yang ikhlas dan diarahkan untuk memberikan kemanfaatan kepada umat. Menurutnya, kader Fatayat NU perlu memiliki semangat untuk terus belajar, berkolaborasi, menjaga kekompakan, serta hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Fatayat NU harus menjadi rumah besar bagi perempuan untuk belajar, bergerak dan mengabdi. Perempuan yang kuat bukan hanya kuat secara pribadi, tetapi juga mampu menguatkan keluarga, organisasi dan masyarakat,” pesan M.Fikih.
Kegiatan pengajian rutin tersebut menjadi momentum untuk memperkuat spirit kader Fatayat NU agar tidak mudah lelah dalam menjalankan amanah organisasi. Perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang berkualitas sekaligus menjadi bagian penting dalam membentuk generasi masa depan. Melalui organisasi, kader Fatayat diharapkan mampu mengembangkan kapasitas diri, memperluas jaringan silaturahmi dan menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semangat “Meneguhkan Khidmah, Menguatkan Perempuan, Membangun Peradaban” diharapkan tidak berhenti pada forum pengajian, tetapi diwujudkan melalui gerakan nyata. Mulai dari penguatan keagamaan, pendidikan keluarga, kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga pendampingan generasi muda.
Antusiasme sekitar 300-an peserta menunjukkan bahwa Fatayat NU memiliki potensi besar sebagai kekuatan sosial-keagamaan perempuan. Dengan organisasi yang solid, kader yang terus belajar dan khidmah yang dilakukan secara istiqamah, Fatayat NU diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pengajian Rutin Minggu Paing tersebut pada akhirnya bukan sekadar menjadi majelis ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan langkah, memperkuat ukhuwah dan membangkitkan kembali semangat kader perempuan NU untuk terus berkhidmah bagi agama, bangsa dan masyarakat.(tum)
