Penyuluh Bekali Fatayat Keterampilan Protokoler, Cetak MC Profesional dan Berkarakter
Banyumas – Penyuluh Agama Islam hadir memberikan pembekalan kepada kader Fatayat NU melalui kegiatan Pelatihan Protokoler (Master of Ceremony/MC). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan kader Fatayat agar mampu tampil percaya diri, komunikatif, dan profesional dalam memandu berbagai kegiatan organisasi maupun kemasyarakatan. Rabu (07/10)
Pelatihan tersebut menghadirkan M.Fikih, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, sebagai pemateri. Peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar protokoler, teknik menjadi MC, penyusunan susunan acara, teknik membuka dan menutup acara, penggunaan bahasa yang baik dan santun, pengaturan intonasi suara, hingga etika seorang pembawa acara.
Dalam penyampaian materi, M.Fikih menekankan bahwa menjadi MC bukan sekadar membaca susunan acara, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengatur alur kegiatan agar berjalan tertib, lancar, komunikatif, dan sesuai dengan suasana acara.
“Seorang MC harus mampu menguasai acara, bukan hanya menguasai teks. Karena itu, diperlukan keberanian, ketenangan, komunikasi yang baik, serta kemampuan membaca situasi,” ungkap M.Fikih dalam pelatihan tersebut.
Kegiatan pelatihan diikuti oleh kader Fatayat dengan penuh antusias. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diarahkan untuk melakukan praktik menjadi pembawa acara sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan secara langsung.
Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kader Fatayat, khususnya dalam bidang komunikasi publik dan protokoler. Kader yang memiliki kemampuan MC yang baik akan lebih siap menjadi penggerak kegiatan organisasi, pengajian, seminar, pelantikan, peringatan hari besar Islam, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam tidak hanya berperan dalam memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga ikut mendorong penguatan kapasitas perempuan muda Nahdlatul Ulama agar semakin aktif, percaya diri, terampil, dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat.
Pelatihan protokoler ini menjadi langkah strategis untuk melahirkan kader Fatayat yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang mumpuni.
