HUT RI #81

Penyuluh Dampingi Petani Jagung, Ansor Wujudkan Ketahanan Pangan

KUA Sokaraja
KUA Sokaraja
07 Okt 2026
8x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 07-10-2026 15:17
SHARE

Banyumas – Semangat mewujudkan ketahanan pangan terus digelorakan melalui sinergi antara Penyuluh Agama Islam dan Ansor. Salah satunya melalui pendampingan kepada petani jagung yang dilakukan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama para petani jagung di wilayah binaan, dengan melibatkan kader dan anggota Ansor. Rabu (07/10)

Pendampingan tidak hanya diarahkan pada aspek pertanian, tetapi juga memberikan motivasi agar masyarakat mampu mengoptimalkan potensi lahan sebagai sumber penghidupan yang produktif dan berkelanjutan. Penyuluh Agama Islam M. Fikih, menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dari kemandirian masyarakat. Menurutnya, lahan yang tersedia dapat menjadi aset ekonomi apabila dikelola secara serius, produktif, dan dilakukan secara gotong royong.

“Ketahanan pangan bukan hanya persoalan menghasilkan makanan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu berdikari, mengelola potensi yang dimiliki, dan membangun kesejahteraan bersama,” ungkapnya.

Dalam pendampingan tersebut, para petani diajak untuk memperhatikan proses budidaya jagung mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih, pemeliharaan tanaman hingga masa panen. Kader Ansor juga didorong untuk ikut terlibat sehingga gerakan ketahanan pangan menjadi bagian dari kegiatan sosial dan pemberdayaan organisasi.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa dakwah dan penyuluhan agama dapat bersinergi dengan pemberdayaan masyarakat. Nilai-nilai Islam seperti gotong royong, kemandirian, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama diterapkan dalam aktivitas nyata di tengah masyarakat.

Dampak kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan lahan produktif, memperkuat kemandirian ekonomi petani, serta mendorong kader Ansor untuk ikut mengambil peran dalam program ketahanan pangan.

Melalui pendampingan tersebut, Penyuluh Agama Islam bersama Ansor menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sendiri, dari lahan yang ada, dan dari semangat gotong royong masyarakat.