HUT RI #81

Penyuluh Fungsional Purwokerto Barat Ikuti Rembug Stunting Desa Karanglewas Kidul

Oleh KUA Purwokerto Barat
SHARE

Purwokerto — Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Purwokerto Barat, Lu'lu'atul Fauziati, mengikuti kegiatan Rembug Stunting yang digelar di Balai Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 Desa Karanglewas Kidul. Senin (05/10)

Rembug Stunting menjadi salah satu forum penting dalam mengidentifikasi berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan stunting. Melalui forum ini, berbagai pihak dapat menyampaikan masukan serta menyusun langkah bersama yang nantinya menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa.

Dalam kegiatan tersebut, Lu'lu'atul Fauziati turut berpartisipasi sebagai bagian dari upaya mendukung sinergi antara program pembangunan desa dengan pembinaan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Kehadiran Penyuluh Agama Islam diharapkan dapat memperkuat peran edukasi kepada masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.

Menurut Lu'lu'atul, upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Penyuluh agama juga memiliki ruang strategis untuk memberikan edukasi melalui kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat.

“Pencegahan stunting membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Penyuluh agama dapat ikut mengambil peran melalui edukasi kepada keluarga dan masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, pengasuhan anak, serta membangun ketahanan keluarga,” ujarnya.

Rembug Stunting Desa Karanglewas Kidul diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi yang dapat diakomodasi dalam RKPDes Tahun 2027. Dengan perencanaan yang partisipatif dan melibatkan berbagai unsur, pembangunan desa diharapkan dapat semakin tepat sasaran serta memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, unsur kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai pihak terkait dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas dari stunting. (is)